Kamis 07 April 2016, 17:49 WIB

Komjak dan KPK Pantau Sidang Praperadilan La Nyalla

Faisol Taselan | Nusantara
Komjak dan KPK Pantau Sidang Praperadilan La Nyalla

ANTARA FOTO/Didik Suhartono

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Kejaksaan (Komjak) akan memantu langsung jalannya sidang praperadilan La Nyalla Mattaliti di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (7/4).

"Selain Komisi Kejaksaan, sidang juga dilihat KPK," kata Indro Sugiarto, satu juru bicara Komisi Kejaksaan di Surabaya.

Pemantauan dilakukan karena kasus ini menjadi perhatian publik. Menurut Indro, pihaknya memandang perlu untuk mengawasi proses persidangan ini.

Ia mengaku pihaknya juga banyak menerima surat yang mempertanyakan, kenapa kasus Kadin hanya menahan dua orang yaitu Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring, yang sudah menjalani hukuman di tahun 2015.

"Banyak surat yang masuk, mempertanyakan kenapa hanya dua orang itu yang dijerat dan menjalani hukuman, padahal ada yang jauh lebih memiliki peran," ujarnya.

Dari pengamatan sementara, proses persidangan berlangsung normal, saksi saksi yang dihadirkan cukup bagus dalam memberikan keterangan.

Tim kuasa hukum La Nyalla menghadirkan dua saksi ahli yaitu Profesor Eddy Oemar Hiarief Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan M Arif Setiawan dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogjakarta.

Di dalam sidang, Eddy Oemar mengatakan, dalam menetapkan seorang calon tersangka, harus didasari dengan dua alat bukti. Kemudian, melakukan pemanggilan terhadap saksi yang akan dijadikan sebagai calon tersangka.

"Jika tidak dilakukan dengan pemeriksaan saksi sebagai calon tersangka, maka dianggap gugur untuk penetapan sebagai tersangka. Hal itu berdasarkan dari putusan Mahkamah Konstitusi," kata Eddy.

La Nyalla Matalitti ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jatim, dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim pada 2012. Ketua Umum PSSI itu diduga menggunakan uang hibah untuk membeli saham Initial Public Offering (IPO) Bank Jatim dengan nilai sekitar Rp5,3 miliar pada 2012. (OL-2)

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Teknologi Dipadu Budidaya Magot untuk Solusi Sampah

👤Lilik Darmawan 🕔Minggu 29 November 2020, 09:36 WIB
Magot atau belatung dapat dibudidayakan menjadi magot dewasa untuk pakan ternak atau dilanjutkan jadi lalat hitam atau black soldier fly...
Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Barito Kuala Bagian Pengembangan Food Estate

👤Denny Susanto 🕔Minggu 29 November 2020, 09:30 WIB
Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan menjadi bagian program pengembangan ketahanan pangan (food estate) yang tengah dijalankan...
Ilustrasi

Komunitas Biara Kkottongaen di Mabar Terpapar Covid-19

👤John Lewar 🕔Minggu 29 November 2020, 09:23 WIB
Komunitas biara Suster Bruder KKottongaen Indonesia di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT ada yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya