Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
JALAN Maunori – Ende, KM 2 tepatnya di Maundai, Desa Udiworowatu, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, NTT, nyaris putus akibat abrasi pantai yang kian parah belakangan ini.
Tembok penyokong pada bahu jalan telah amblas ke pesisir pantai Maundai. Kondisi ini semakin parah dalam sebulan terakhir ini akibat gelombang pasang yang terus terjadi.
Para pengendara sepeda motor ataupun pengendara mobil harus ekstra hati-hati melewati ruas jalan tersebut bila dalam kondisi gelombang pasang atau ketika malam hari dari dan menuju Maunori.
“Kami kalau lewat sini mau ke Maunori apalagi malam atau pas ada ombak kencang pasti takut dan rasa was-was badan jalan bisa roboh karena sebagianya sudah terkikis ombak. Apalagi sebagian badan jalan sudah longsor,” kata salah seorang pengendara yang hendak menuju Ende Ervin.
Warga lain, Sius (36), yang ditemui Media Indonesia menyatakan seharusnya pihak BPBD Nagekeo segera mengambil langkah antisipasi sebelum kerusakannya kian parah karena ini masuk dalam kategori bencana.
“Seharusnya BPBD segera tanggulangi karena ini bencana akibat abrasi pantai yang kian parah. Kalau mereka tidak cepat ambil tindakan maka jalan akan putus dan pasti anggaran akan makin besar untuk perbaiknnya nanti, karena bagian atasnya sudah ada rumah warga,” ujar Sius.
Baca juga: Abrasi Ambleskan Puluhan Pondok Wisata Pantai di Aceh Barat
Sedangkan Camat Keo Tengah Hilda Mutakasih mengatakan jalan tersebut merupakan jalan alternatif non-status yang memudahkan mobilisasi warga menuju Kabupaten Ende atau Kecamatan Nangaroro. Menurut Hilda, karena non-status maka artinya jalan bisa diintervensi oleh APBD 2, APBD 1 dan APBN bahkan juga APBDES desa setempat, sehingga pemerintah Desa Udiworowatu pernah membangun tembok penyokong sesuai lingkup pembiayaan APBDES.
Pihak kecamatan sudah pernah melaporkan hal tersebut ke pihak BPBD namun, belum ada realisasi hingga kini.
“Secara tertulis sudah kami laporkan tentang bencana abrasi yang terjadi tanggal 12 Pebruari 2021 kepada Bupati oleh penjabat kepala desa mengetahui camat, tembusan Wabup, BPBD, dinas PU, Bappeda dan badan keuangan. Saat ini menunggu disposisi Bupati. Secara lisan sudah kami sampaikan kepada sekda dan kepala BPBD kabupaten Nagekeo,” pungkas Hilda.(OL-5)
WILAYAH pesisir Indonesia menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari abrasi, banjir rob, kenaikan muka air laut, hingga keterbatasan ruang.
Upaya pemulihan lingkungan pesisir di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai menunjukkan hasil konkret.
Relokasi darurat dipusatkan di SDN Kawungluwuk. Warga menempati ruang-ruang kelas di sekolah tersebut.
Peristiwa abrasi terjadi pada Senin (15/12) pagi usai hujan deras mengguyur sejak Minggu (14/12).
Warga sudah berinisiatif menanam pohon dan memasang terpal untuk menahan tebing sungai yang longsor. Namun ternyata hasilnya tetap tidak efektif.
Alat berat mengeruk material jalan yang amblas akibat abrasi di ruas Jalan Towua, Palu, Sulawesi Tengah.
AKSES utama jalur Semarang-Purwodadi tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, terputus total akibat tanggul jebol yang merusak badan jalan
KONDISI infrastruktur jalan di Kota Depok, Jawa Barat, sudah kian parah. Kerusakan jalan di Kota Depok bukan saja pada jalan negara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui perbaikan jalan berlubang di Ibu Kota belum optimal karena keterbatasan jumlah PJLP di Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, setelah terjatuh akibat jalan berlubang, Senin pagi.
Pelajar SMK Negeri 34 Jakarta tewas dalam kecelakaan tunggal yang diduga akibat jalan licin dan berlubang di Matraman. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan perbaikan jalan.
SEPANJANG 10 kilometer jalan di Kampung Bengkok, Cibatu dan Kampung Cipeuteuy, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, mengalami rusak parah hampir 15 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved