Senin 22 Februari 2021, 16:20 WIB

Epidemologi: Sumsel Belum Perlu Lakukan PPKM

Dwi Apriani | Nusantara
Epidemologi: Sumsel Belum Perlu Lakukan PPKM

dok.mi
Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM di Sumsel dinilai belum perlu.

 

MESKI sejumlah provinsi di Indonesia sudah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ataupun pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), namun Sumatra Selatan belum berfikir demikian. Bahkan Sumsel dinilai belum perlu dilakukannya kebijakan tersebut.

Epidemiologi dari Universitas Sriwijaya, Iche Andriyani Liberty mengatakan, Sumsel memang belum begitu perlu menerapkan PPKM seperti di daerah lain, karena mobilitas masyarakat mengalami penurunan di Februari ini.

“Kunjungan masyarakat ke ruang publik seperti taman dan pasar atau mal tidak seramai seperti masa libur panjang akhir tahun kemarin, sehingga minim adanya kemungkinan persebaran Covid-19. Sumsel belum urgent untuk menerapkan PPKM. Angka kesembuhan berada diatas nasional sekitar 1,4 persen,” ujarnya.

Selain itu, kasus konfirmasi positif di Sumsel berada dibawah angka nasional berikut juga angka kesembuhan konfirmasi positif di Sumsel berada diatas nasional. Yakni, Per 21 sudah menurun 9 persen dari semua kasus  aktif yang ada dan kesembuhan meningkat 86 persen.

“Kematian dan penambahan kasus cenderung menurun di Febuari. Ini yang memang harus kita perhatiakan kasus aktif ini jangan sampai tidak ditangani dengan baik dan menularkan dengan yang lain,” jelasnya.

Iche menerangkan, yang menjadi catatan sekarang pemerintah harus mengoptimalkan testing dan tracing. Dikarenakan, pihaknya mendapati hal tersebut merupakan faktor penyebab kecenderungan kasus mengalami peningkatan fluktuatif.

“Memang para meter angka kematian lebih tinggi dari nasional, 27 persen dari 10 yang di tes hampir 3 yang positif, tidak sesuai target WHO di bawah 5 persen ketika pandemi terkendali. Lantaran, pemberlakukan terhadap hal tersebut (testing dan tracing) tidak optimal dari bawah,” imbuhnya.

Maka dari itu, ia mengharapkan kedepannya ada koordinasi yang baik antara Pemprov dengan 17 kabupaten kota di Sumsel. “Capaian testing bervariasi antar kabupaten kota, ada yang gencar atau memang tidak ada pemeriksaan. Kita berharap testing kedepan dapat optimal kembali, lantaran Testing positivity rate masih menjadi pekerjaan rumah kita,” pungkasnya. (OL-13)

 

Baca Juga

DOK/PELINDO

Kolaborasi Anak Cucu Pelindo Tingkatkan Produktivitas Pelayanan

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 22:20 WIB
Anak cucu PT Pelindo I-IV sepakat bekerja sama guna meningkakan pelayanan dan produktivitas di sektor...
Dok.MI

KLHK Siapkan Pasal Berlapis kepada 4 Pemburu di Way Kambas

👤Dede Susianti 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 20:40 WIB
Atas perbuatannya mereka akan dijerat dengan hukuman pidana berlapis. Karena saat beraksi mereka menggunakan senjata api dan amunisi secara...
Antara

Esok Ribuan Pelaku Pariwisata Bali Divaksin

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 18:20 WIB
Target penerima vaksinasi ini adalah 5.000 orang. Sebanyak 2.500 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan 2.500 untuk masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya