Selasa 12 Januari 2021, 11:06 WIB

Petugas Tindak Tegas PKL Klaten yang Langgar PPKM

Djoko Sardjono | Nusantara
Petugas Tindak Tegas PKL Klaten yang Langgar PPKM

MI/Djoko Sardjono
Petugas meminta pedagang makanan di Alun-Alun Klaten untuk tutup.

 

HARI pertama penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di  Klaten, Jawa Tengah, Senin (11/1), masih banyak PKL (pedagang kaki lima) dan warung makan yang tidak mematuhi ketentuan jam tutup pukul 19.00 WIB.

Pemberlakuan jam tutup pukul 19.00 WIB bagi pedagang kaki lima dan warung makan, termasuk pusat pusat perbelanjaan dan kafe itu, berdasarkan surat edaran (SE) Bupati No 360/016/32 Tahun 2021 untuk pengendalian persebaran covid-19.

Tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas  Perhubungan, Senin (11/1) malam, mendatangi pelaku usaha kaki lima dan warung makan yang melanggar SE Bupati itu dan meminta mereka menutup usaha pada pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Pelanggar PPKM di Lembang Bakal Kena Denda Rp500 Ribu

Sekalipun para pelaku usaha kaki lima dan warung makan di seputar Alun-alun Kota Klaten memenuhi permintaan tim gabungan untuk tutup pukul 19.00, mereka meminta agar kebijakan jam tutup yang ditetapkan itu ditinjau kembali.

"Kalau harus tutup pukul 19.00 WIB, pelaku usaha kaki lima bisa mati. Karena, usaha kaki lima dan warung makan baru buka pukul 17.00, seperti yang beroperasi di kawasan alun-alun ini," kata Heri, pedagang batagor, Senin (11/1) malam.

Menurut Heri, saat didatangi tim gabungan pukul 19.10 WIB, ia baru mendapat Rp200.000 dari hasil penjualan batagor. Kalau situasi normal, yakni buka sampai pukul 22.00, hasilnya bisa mencapai sekitar Rp700.000.

Senada dikemukakan Titin, penjual sosis bakar yang biasa mangkal di alun-alun Kota Klaten. Menurutnya, kebijakan PPKM sampai pukul 19.00 WIB, dirasakan berat bagi pelaku usaha kecil, seperti pedagang kaki lima dan warung makan.

"Bagaimana tidak berat, kami buka pukul 17.00 dan dua jam kemudian harus tutup. Padahal, di masa pandemi covid-19 pembeli sepi. Hari pertama PPKM, sampai tutup pukul 19.00 WIB, hasil penjualan kami hanya Rp80.000," ujarnya.

Plt Kepala Sapol PP Rabiman, saat patroli bersama tim gabungan pada hari pertama PPKM, Senin (11/1) malam, menjelaskan dasar pembatasan sosial berskala  besar (PSBB) Klaten itu, yakni SE Bupati No 360/016/32 Tahun 2021.

"PPKM diberlakukan pada 11-25 Januari 2021 untuk pengendalian penyebaran covid-19. Maka, kami mengimbau para pedagang kaki lima dan warung makan, termasuk pusat perbelanjaan tutup pukul 19.00 WIB," pintanya. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA

BPBD Babel Akui Sudah Terjadi Karhutla di Titik Rawan Kebakaran

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 03 Maret 2021, 12:51 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung mengaku sudah ada beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan...
MI/Arnoldus Dhae

Ekspor Kakao Jembrana ke Jepang Terus Meningkat

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 03 Maret 2021, 12:46 WIB
Kakao asal Jembrana Bali kini makin dikenal masyaraka dunia. Dengan menerapkan pengolahan pascapanen melalui teknik fermentasi,...
MI/Martinus Solo

Nakes Kabupaten Maybrat Pawai Keliling Kampung Kampanye Prokes

👤Martinus Solo 🕔Rabu 03 Maret 2021, 12:39 WIB
Tenaga kesehatan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat pawai keliling kampung distrik dan kampung untuk kampanye prokes covid-19 menjelang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya