Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GUGURAN lava pijar terus menerus keluar dari puncak Gunung Merapi. Dalam pengamatan petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Minggu (10/1) sejak pukul 18.00 WIb hingga Senin (11/1) pukul 06.00 WIB terjadi 45 kali luncuran lava pijar. Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Heru Suparwaka dalam laporannya mengatakan lava pijar ini mengarah ke hulu Sungai Krasak dengan jarak luncur maksimum 900 meter dari puncak.
"Dari Pos Babadan terdengar satu kali suara guguran," kata Heru, Senin (11/1).
Sedangkan asap kawah, terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal dengan ketinggian maksimal 400 meter dari puncak. Mengenai kegempaan yang terjadi, Heru Suparwaka menjelaskan, pada Minggu malam hingga Senin pagi, kegempaan guguran terjadi sebanyak 82 kali, dengan amplitudo maksimum 33 milimeter dan durasi maksimum 188,8 detik.
Kegempaan hembusan 16 kali dengan amplitudo maksimal 8 milimeter, durasi maksimal 63,4 detik, 84 kali kegempaan hybrid atau fase banyak dengan amplitudo maksimal 27 milimeter dan durasiu maksimal 10 detik, kegempaan vulkanik dangkal sebanyak 22 kali dengan ammplitudo maksimal 75 milimeter dan durasi maksimal 44,4 detik. Tingginya aktivitas Gunung Merapi ini, juga dilaporkan telah menyebabkan terjadinya hujan abu di sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengungkapkan hujan abu tipis dilaporkan terjadi di Singlar, Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul dan Srunen.
"Tidak lama, hanya beberapa menit dan terus hilang. Tipis hujan abunya," kata Makwan.
baca juga: Gunung Merapi Alami 39 Kali Gempa Guguran
Sejauh ini, BPPTKG Yogyakarta belum mengubah rekomendasi, karena itu, BPBD Kabupaten Sleman juga belum melakukan perubahan kebijakan.
"Masih tetap, warga yang ada di lereng barat juga belum diperintahkan mengungsi," lanjutnya.
Ia menambahkan meski lava pijar mengarah ke sisi barat atau mengarah ke hulu Sungai Krasak, namun pemukiman warga berada di radius 7,5 kilometer. Sedangkan rekomendasi BPPTKG adalah radius 5 kilometer. (OL-3)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved