Selasa 01 Desember 2020, 01:00 WIB

Aktivitas Merapi semakin Meningkat

Ardi Teristi | Nusantara
Aktivitas Merapi semakin Meningkat

ANTARA
Gunung Merapi

 

ERUPSI Gunung Merapi sudah dekat. “Dari aktivitas vulkanisnya memperlihatkan akan terjadinya erupsi,” kata Kepala Balai  Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, kemarin.

Data seismik, tambahnya, menujukkan keluaran gas dan deformasi tinggi, serta aktivitas guguran yang terus meningkat. “Tapi kami memprediksi erupsi kali ini tidak sebesar erupsi pada 2010.”

Sebelumnya, Hanik juga memperkirakan erupsi Merapi akan bersifat efusif atau lelehan. Letusan jenis ini pernah terjadi saat erupsi Merapi pada 2006.

“Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi erupsi eksplosif. Namun, tidak akan sebesar pada 2010,” tandasnya.

Di Nusa Tenggara Timur, status Gunung Lewotolo sudah dinaikkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). Erupsi gunung yang  berada di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, itu membuat gelombang pengungsian terus bertambah.

Sampai kemarin, sudah 4.628 warga yang mengungsi dan hari sebelumnya 2.782 orang. “Bandara Wonopito, Lembata, sudah ditutup sehingga pengiriman bantuan masker kami lakukan lewat Larantuka, Flores Timur,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Thomas Bangke.

Gunung Semeru di Jawa Timur juga mulai batuk. Kemarin, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memutuskan untuk menutup sementara pendakian ke puncak gunung.

“Aktivitas gunung meningkat. Hari ini terjadi tiga kali letusan dengan tinggi asap mencapai 100 meter,” ujar Plt Kepala Balai Besar, Agus Budi Santoso.


Banjir bandang

Bahaya lain berupa banjir bandang melanda sejumlah desa di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tidak kurang dari 200 warga harus mengungsi karena rumah mereka di Kecamatan Rembang Kota dikepung banjir setinggi hingga 1 meter.

“Hujan deras dan sungaisungai tidak mampu menampung air. Hujan masih akan turun sehingga warga memilih mengungsi ke tempat aman,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Pramojo.

Di Bojonegoro, Jawa Timur, banjir bandang melanda tujuh desa di tiga kecamatan. Sebanyak 372 rumah, 140 hektare sawah, dan jalan sepanjang 4,4 kilometer tergenang.

Dua desa di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, juga mengalami nasib serupa. “Dua desa dikepung banjir. Sebanyak 87 kepala keluarga terdampak dan harus mengungsi,” jelas Kabid Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori.

Masih di Pulau Sumatra, banjir melanda kawasan persawahan di tujuh kabupaten. “Sudah berlangsung dua pekan dengan luas rendaman mencapai 1.025 hektare. Kejadian ini membuat tanaman terancam puso,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Jambi, Akhmad Maushul.

Banjir akibat luapan Sungai Padang di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, sudah surut. Pemkot mencatat ada 6.663 rumah di lima kecamatan yang terdampak. 

“Banjir juga berdampak ke fasilitas umum, seperti rumah sakit, sekolah, kantor pemerintahan, polsek, dan pasar tradisional. Dampak banjir paling parah terjadi di tiga kecamatan,” ujar juru bicara Pemkot Tebing Tinggi, Dedi Parulian Siagian. (PO/PT/BN/FL/DW/AS/YK/SL/AP/MY/N-3)
 

Baca Juga

MI/BAYU ANGGORO

Tukang Lauk Ajak Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Ikan

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 24 Januari 2021, 18:00 WIB
Konsumsi ikan di masyarakat Indonesia masih rendah. Tukang Lauk berusaha mempromosikan produk ikan...
MI/Bayu Anggoro

Insentif Bagi Perusahaan yang Lakukan Vaksinasi Mandiri

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 24 Januari 2021, 17:50 WIB
Perusahaan diminta membantu percepatan upaya memutus mata rantai penularan covid-19. Pemerintah bisa menyediakan insentif bagi...
Antara

3.348 Hektare Sawah di 6 Daerah Terendam Banjir

👤Lina Herlina 🕔Minggu 24 Januari 2021, 16:23 WIB
Sekitar 3.348 hektare lahan pertanian atau sawah di sana terendam banjir, akibat cuaca ekstrim keberadaan fenomena La...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya