Minggu 22 November 2020, 03:15 WIB

Pembenahan Dorong Perekonomian

JH/J-2 | Nusantara
Pembenahan Dorong Perekonomian

MI/Januari Hutabarat
Areal Persawahan sebelumnya lahan tidur menjadi lahan produktif, di Desa Hutatoruan, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

 

PANDEMI covid-19 tidak menyurutkan niat Ruben Lumbanto­bing untuk membangun kampung halamannya. Kepala Desa Hutatoruan I, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, itu terus berbenah agar roda perekonomian masyarakat kembali berputar.

Pembenahan dimulai dengan membuka jalan menuju area pertanian dan kantor badan usaha milik desa (Bumdes) yang dipimpinnya. Maklum, selama wabah korona melanda, Bumdes terpaksa tutup. Tujuan penutupan untuk memutus rantai penyebaran virus mematikan itu.

“Pandemi covid-19 pasti berlalu. Oleh sebab itu, saya tetap membangun infrastruktur desa yang saya pimpin demi peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Ruben, kemarin.

Ia mengaku akan membangun jalan sepanjang 1,6 kilometer dengan konstruksi rabat beton. Nantinya jalan tersebut bisa dimanfaatkan warga untuk meningkatkan imunitas tubuh, seperti olahraga dan jalan sehat.

“Jalan itu juga menuju area pertanian sehingga pemilik lahan dapat kembali meng­olah lahan miliknya yang dulu terabaikan,” katanya.

Pembangunan infrastruktur di Desa Hutatoruan I ternyata berdampak positif. Wisman lumbantobing, 75, salah satu warga yang sempat merantau ke Kota Medan akhirnya memilih pulang kampung.

Dengan berbagai pertimbangan, Wisman kemudian meneguhkan niat membuka usaha di atas lahan miliknya. Lahan itu sebelumnya menjadi lahan tidur akibat genangan air yang tidak bisa teratasi.

Menurutnya, sejak pembukaan akses menuju Bumdes Hutatoruan I area pertanian di sana, termasuk miliknya, dapat difungsikan dengan baik. Genangan air pun bisa dikendalikan setelah saluran irigasi dibangun.

“Karena adanya ketersedia­an air, saya membuka kolam ikan sebanyak lima kotak dengan ukuran 20 meter x 50 meter. Tiap-tiap kolam diisi dengan jumlah dan jenis ikan yang bervariasi,” tukasnya.

Wisman mengaku menabur bibit ikan sebanyak 15 ribu ekor. Ia juga mempekerjakan empat warga yang menganggur untuk memberi pakan ikan serta menjaga kesehatan kolam dari hama dan binatang pemangsa.

Lele dumbo, imbuhnya, dapat dipanen saat usia 2 bulan sejak bibit ditabur. Keuntung­annya diperkirakan mencapai 20%, sedangkan ikan nila diprediksi bisa dipanen saat usia 4 bulan dengan kentungan 70%. “Budi daya nila dan lele sangat tepat di daerah ini,” tandasnya. (JH/J-2)

Baca Juga

ANTARA/Humas Polres Sigi

Tim Satgas Tinombala Kejar Teroris dari Sigi, Parimo, sampai Poso

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 01 Desember 2020, 03:55 WIB
Seperti diketahui, sebanyak 49 keluarga memilih untuk mengungsi akibat perbuatan keji yang diduga dilakukan Ali Kalora...
MI/Ramdani

Taufiq-Supriadi Jaga Kotim dari Narkoba

👤MI 🕔Selasa 01 Desember 2020, 01:20 WIB
NARKOBA menjadi keprihatinan tersendiri bagi Tauqik...
ANTARA

Aktivitas Merapi semakin Meningkat

👤Ardi Teristi 🕔Selasa 01 Desember 2020, 01:00 WIB
ERUPSI Gunung Merapi sudah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya