Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras dan longsor lereng gunung terjadi di jalur Tangse, Kabupaten Pidie-Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Lokasi longsor tersebut persis ditanjakan Cot Kuala Km 58-59 Dusun Jambo Mie, Desa Mane, Kecamatan Mane.
Itu merupakan jalur yang menghubungkan kabupaten/kota di kawasan pesisir utara dan pantai barat selatan Aceh. Dulu, setelah bencana tsunami 26 Desember 2004, jalur ini merupakan jalur alternatif pasokan barang dan kebutuhan pangan dari Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh-Pantai Barat Selatan.
Longsoran lereng perbukitan yang menutupi badan jalan itu karena intensitas hujan di kawasan setempat sangat tinggi pada Jumat (6/11). Itu sebabnya arus transportasi dari dan kedua arah terganggu.
Sulaiman, tokoh masyarakat Kecamatanane, mengatakan, tertibunnya badan jalan itu awalnya saat hujan deras pada Jumat (6/11) siang sekitar pukul 11.00 Wib. Setelah itu puluhan mobil penumpang dan truk barang dari kedua arah langsung tertahan di lokasi.
Baca juga: Tanah Longsor Rusak Rumah dan Musala di Sukabumi
Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan karena sedimen tanah dan bebatuan menumpuk menutupi badan jalan. Sedikitnya sekitar enam jam arus transportasi kedua arah baru normal kembali setelah sedimen dibersihkan traktor alat berat.
"Enam jam arus lalu lintas dari Meulaboh atau dari arah Pidie, Bireuen dan Lhokseumawe, tertahan di lokasi. Setelah dibersihkan sampai malam, kini baru normal seperti sebelumnya," kata Sulaiman.
Catatan Media Indonesia, jalur Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat-Beureunuen, Kabupaten Pidie, itu rawan terjadi longsor saat turun hujan. Pasalnya sepanjang jalur itu harus melintasi kawasan pengunungan tinggi dan jurang sangat dalam. Bahkan sebagian di lokasi titik rawan longsor tersebut, tanahnya berkontruksi batu cadas, jurang dalam dan lereng terjal.(OL-5)
Harga daging sapi dan kerbau di sejumlah wilayah di Aceh, seperti Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, tembus Rp200 ribu per kilogram.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved