Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SINERGI penyuluh dan petani di lapangan, kunci sukses Indonesia mengantisipasi fenomena alam La Nina, khususnya pada kawasan pertanian yang merupakan wilayah langganan banjir di seluruh Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi La Nina berlangsung Oktober 2020 hingga Maret 2021. Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo meminta jajarannya di Kementerian Pertanian RI sinergi dengan daerah untuk langkah-langkah mitigasi melalui Tujuh Strategi Antisipasi.
"Kita rasakan saat ini, khususnya Oktober dan November curah hujan meningkat di seluruh Indonesia, kecuali beberapa wilayah Sumatera. Penyuluh harus tingkatkan sinerginya dengan petani antisipasi dampak La Nina," kata Mentan Syahrul di Jakarta, kemarin.
Instruksi dan arahan disampaikan Mentan melalui video conference (Vcon) pada penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian - Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani). Hadir secara virtual para pimpinan unit pelaksana teknis (UPT) Kementan di daerah dan sejumlah pejabat dari kantor dinas terkait di daerah.
"Jajaran Kementan harus sinergi dengan pihak-terkait di daerah. Mapping wilayah rawan banjir. Banjir dan tanah longsor mengancam panen," kata Mentan Syahrul melalui pusat data pertanian, Agriculture War Room (AWR).
Kegiatan di AWR terkait pencanangan Percepatan Tanam Oktober 2020 - Maret 2021 (Okmar) menyasar 8,2 juta hektar, estimasi produksi 20 juta ton gabah kering giling (GKG).
Langkah Pertama dari Tujuh Strategi Antisipasi La Nina adalah pemetaan (mapping) wilayah rawan banjir, mengacu intensitas curah hujan. "Tentukan mana warna merah, kuning dan hijau. Siapkan secara maksimal dan selalu waspada pada kemungkinan terburuk."
Kedua, menyiapkan sistem peringatan dini (early warning system) menggandeng BMKG untuk memantau laporan cuaca, sehingga mengantisipasi dini wilayah merah, tanpa abaikan kondisi di wilayah kuning dan hijau.
Ketiga, membentuk Brigade La Nina (Brigade DPI-OPT), Brigade Alsintan dan Tanam, Brigade Panen dan Serap Gabah Kostraling, yang harus ada di tiap kabupaten/kota, sehingga bisa langsung bergerak (quick response).
“Kita luncurkan brigade di provinsi. Ada brigade antispasi banjir, brigade tanam untuk percepatan tanam. Brigade hama jika tanaman petani terserang hama. Penyuluh berperan vital mendukung kinerja brigade." katanya.
Mentan Syahrul menyerahkan simbolis peralatan brigade pada beberapa pejabat daerah. Hadir sejumlah pejabat eselon satu Kementan di antaranya Dirjen TP Suwandi. Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi sedang kunjungan kerja di daerah didampingi Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Leli Nuryati.
"Keempat adalah pompanisasi in and out dari sawah, lalu rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan kuarter, terutama di wilayah jalur merah," kata Mentan Syahrul.
Kelima, penyediaan benih tahan genangan seperti Inpara 1 - 10, Inpari 29, Inpari 30 dan Ciherang. Begitu pula benih varietas lokal juga harus disiapkan dengan optimal.
Keenam, mendorong petani manfaatkan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP), vital antisipasi dampak kerugian puso akibat banjir, "penyuluh harus aktif mendorong petani mengikuti asuransi karena sangat bermanfaat."
Pemerintah juga, kata Syahrul, tetap memberi bantuan benih pada petani jika lahannya puso akibat banjir, tapi bukan ganti rugi akibat puso, karena pihak asuransi hanya membayar ganti rugi pada petani peserta AUTP.
Ketujuh, Kementan menyiapkan bantuan untuk kegiatan panen dan pasca panen seperti mesin pengering (dryer) dan mesin penggilingan (rice milling unit). (OL-13)
Baca Juga: Erzaldi Sampaikan Lima Unsur Pembangunan Kesehatan Atasi Covid-19
Pesawat Pelita Air AT-802 rute Tarakan–Krayan jatuh di Nunukan. Pilot ditemukan meninggal dunia, cuaca buruk diduga menjadi penyebab insiden.
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Pada dasarian III Februari 2026, BMKG memprakirakan memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80 hingga lebih dari 90 persen
Peringatan dini dikeluarkan karena pasang laut bisa menyebabkan tambak ikan maupun tambak garam terendam air laut, terlebih jika disertai dengan ombak
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih membayangi arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
STASIUN Meteorologi Kelas I Hang Nadim memprakirakan cuaca di Batam pada Kamis (19/2) didominasi awan tebal sejak pagi, dengan potensi hujan pada siang hingga sore hari.
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca periode 20–23 Februari 2026, mengingatkan masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved