Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA, yang terdiri dari gugusan pulau, berada di jalur cincin api Pacific atau ring of fire. Wilayah Tanah Air yang subur memiliki 127 gunung api aktif yang tersebar sepanjang Sumatra sisi barat hingga wilayah Indonesia bagian Timur.
Menyikapi kondisi tersebut, perlu ada penguatan sistem peringatan dini. Hal itu merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, ataupun masyarakat untuk mengurangi dampak bencana yang ditimbulkan, khususnya korban jiwa.
Penguatan sistem peringatan dini bukan hanya penguatan alat deteksi maupun monitoring namun kemampuan respon masyarakat terhadap bencana juga perlu ditingkatkan.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Pemda Harus Siaga Bencana
Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menjelaskan, berdasarkan kajian risiko bencana, erupsi Gunung Kelud merupakan salah satu potensi bencana di Kabupaten Kediri. Sejak ribuan tahun lalu, Gunung Kelud telah erupsi puluhan kali.
"Sejak 1000 M, Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan terbesar berkekuatan 5 VE. Letusan terakhir Gunung Kelud terjadi pada 2014 pada 13 Februari pukul 21.15 diumumkan status bahaya tertinggi, Awas (Level IV), sehingga radius 10 km dari puncak harus dikosongkan dari manusia. Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, pada pukul 22.50 telah terjadi letusan pertama yang menyebabkan hujan kerikil cukup lebat dirasakan warga di wilayah Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa Timur," jelas Haryanti saat seminar virtual dalam rangka Bulan Peringatan Risiko Bencana di Bogor, Senin (12/10).
Menurutnya, untuk membangun sinergitas dan ketangguhan, pemerintah daerah, masyarakat, dan komunitas penggiat kebencanaan secara masif dilakukan sejak 2010 melalui berbagai upaya kegiatan pengurangan risiko bencana letusan Gunung Kelud.
"Wujud sinergisitas dan ketangguhan pemerintah daerah, masyarakat, dan komunitas penggiat kebencanaan dalam melakukan respon peringatan dini Gunung api Kelud, dengan membangun kesadaran tentang pengurangan risiko, membentuk radio komunitas guna tersebarnya informasi dengan cepat, membangun kapasitas masyarakat dalam hal manajemen bencana seperti penentuan jalur evakuasi dan penentuan tempat pengungsian, dan terakhir rutin mengadakan simulasi," sebut Haryanti.
Selain itu, guna membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap peringatan dini Gunung Kelud dalam menghadapi letusan di masa mendatang, dilakukan berbagai langkah, mulai dari pembentukan tim siaga bencana hingga pemasangan rambu peringatan.
"Program kegiatan guna meningkatkan kapasitas masyarakat di Gunung Kelud dalam menghadapi letusan dimasa mendatang adalah pembentukan tim siaga bencana desa (TSBD) di semua desa yang masuk dalam Kawasan Rawan Bencana Gunung Kelud dan desa penyangga. Membentuk Desa tangguh bencana (Destana) di enam desa di KRB II Gunung Kelud. Membangun sistem Informasi Desa (SID) di enam desa di KRB II Gunung Kelud, sebagai upaya penyiapan kebutuhan data terpilah," kata Haryanti.
"Selanjutnya, membentuk desa bersaudara (Sister Village) di enam desa di KRB II Gunung Kelud berpasangan dengan sepuluh desa yang berada diluar KRB Gunung Kelud, sebagai upaya menjawab kepastian tempat pengungsian," pungkasnya. (OL-1)
Apa pula yang akan dia lakukan sebagai bukti bahwa dia tak termasuk elite atau pejabat bermental penjajah? Atau, hanya sekadar omon-omonkah dia?
Aktivitas ini dikenal juga dengan istilah pendakian. Mendaki gunung merupakan aktivitas fisik sekaligus pengalaman batin yang menggabungkan tantangan, olahraga
Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang 1 milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah(Jateng) membuka pelatihan Pemandu Wisata Gunung seiring dengan banyaknya kecelakaan di gunung
Sejak erupsi yang terjadi pada Desember 2023, hasil kebun seperti jambu mete, kakao, kemiri, kopi bahkan kelapa enggan berbuah karena sering diguyur material vulkanis.
Pendaki pemula tidak perlu terburu-buru menentukan pencapaian diri karena capaian seperti mendaki sampai ke puncak gunung memerlukan tenaga dan usaha yang lebih banyak.
Apakah kamu lebih suka liburan ke gunung atau pantai? Ternyata, pilihan destinasi liburan favoritmu bisa mencerminkan kepribadianmu yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved