Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DI masa pandemi Covid-19, gairah petani lokal menanam tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat di Kabupaten Sikka, NTT, puas terbayar. Pasalnya produksi petani lokal yang ada di sejumlah desa, kini menguasai sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Sikka.
Salah satu pedagang Pasar Alok, Bernadus Padu Keytimu saat ditemui mediaindonesia.com, Selasa (6/10) mengaku mayoritas pedagang di sini membeli cabai dan tomat dari hasil petani lokal yang dijual kembali di Pasar Alok. "Cabai dan tomat Kita langsung beli di petani lokal karena hampir semua petani
yang ada di desa menanam cabai dan tomat," ungkap Bernadus
Sebelumnya, jelas dia, para pedagang harus mendatangkan cabai dan tomat
dari luar Sikka untuk dijual di Pasar Alok. Namun, khusus tahun ini, mereka membeli langsung di petani lokal.
"Hampir semua pedagang di Pasar Alok ini jual cabai dan tomat itu beli dari petani kita sendiri. Saya biasa datangkan barang dari luar. Saya akui tahun ini, kita tidak datangkan dari luar lagi. Kita langsung bisa beli di
petani lokal yang ada disini," tandas dia.
Karena banyak yang panen, kata Bernadus, saat ini harga tomat mengalami penurunan. Awalnya harga tomat biasa di jual dengan harga Rp10.000-15.000 per kilogram (kg). Namun saat ini kita jual dengan harga Rp 3.000-4.000 per kg.
"Saat ini hampir semua petani di Sikka sedang panen tomat. Kita beli tomat di petani itu harga Rp2.000-2.500 per kg. Kita jual kembali dengan mengambil keuntungan hanya Rp 500-1000," papar Bernadus itu.
Ia mengaku kadang-kadang ketika pembeli menawarkan tomat sampai harga di bawah harga beli dari petani, dirinya tidak bisa mengelak dan terpaksa menuruti karena tomat ini tidak bisa bertahan lama.
"Kita jual saja sesuai kesepakatan dengan pembeli. Berapapun harganya, kita tetap jual. Yang penting tomat ini terjual semua," pasrah Bernadus.
Ditambahkan dia, untuk cabai harganya lagi bagus saat ini. Yang mana cabai besar seharga Rp40.000 per kg, cabai keriting, Rp 30.000 per kg dan kalau cabai rawit kita disini biasa jual pakai per gelas kecil seharga Rp5.000.
"Harga tomat yang anjlok. Tetapi cabai harga bagus. Cabai dan tomat saya jual ini dibeli dari petani lokal," ungkap Bernadus.
Hal senada juga diungkapkan Nong pedagang di Pasar Tingkat Maumere. Ia mengatakan tomat yang saat ini dijualnya adalah tomat lokal. Harga tomat yang dibeli di petani saat ini dengan kisaran Rp2.000-2.5000 per kg. Harga ini juga tergantung kita saling tawar menawar dengan petani. Selain tomat, lanjut Nong, cabai yang di jualnya juga dihasilkan dari petani lokal Sikka.
Nong mengaku senang petani di Sikka bisa memenuhi kebutuhan lokal. Sebab tidak lagi mengeluarkan biaya besar untuk mendatangkan cabai dan tomat dari luar karena saat ini ia bisa membeli langsung di petani lokal. "Warga juga mendapatkan harga yang terjangkau," ujar dia (OL-13)
Baca Juga: Ditolak di Jakarta, Pasir Ilegal Sukses Diturunkan di Bojonegara
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved