Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PEMBAKARAN untuk tujuan membuka lahan pertanian masih mendominasi kobaran api di Sumatra Selatan. Kemarin, ada 118 titik panas yang tersebar di 13 daerah.
“Di banyak wilayah api sudah bisa dikendalikan dan dipadamkan. Dari udara, kami melihat memang masih ada sisa kebakaran, tapi tidak membahayakan,” kata Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal Agus Suhardi.
Kemarin, dia bersama Kepala BPBD Iriansyah memantau sejumlah lokasi dengan menaiki helikopter. Wilayah yang menjadi fokus ialah Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.
“Kendala penanganan kejadian kebakaran lahan ialah jarak yang jauh dan sulit dijangkau. Karena itu, kami memaksimalkan upaya water bombing,” tambah Agus.
Iriansyah menambahkan, kebakaran lahan didominasi ulah warga yang membuka lahan dengan cara membakar. “Kondisi di lapangan, sumber air juga sudah mulai sulit didapat.”
Dalam kondisi saat ini, lanjutnya, tak ada pilihan selain harus terus menggenjot edukasi kepada masyarakat. “Kami akan melakukannya terus-menerus.”
Jambi juga bersiap mengantisipasi datangnya kebakaran lahan. Untuk itu, Dinas Kehutanan menyiapkan dana Rp900 juta untuk pencegahan dan penanganan.
“Kami menyebar satgas ke beberapa kawasan rawan terbakar, terutama hutan di lahan gambut. Upaya ini terbukti mampu mengurangi tingkat kejadian kebakaran sehingga kebakaran kawasan hutan di Jambi relatif kecil,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Bestari.
Di Bangka Belitung, BPBD mendapat bantuan alat pemadam portabel dari BNPB. “Selama ini, untuk memadamkan kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau kami mengandalkan alat pemadam seadanya. Dengan bantuan BNPB akan mempermudah penanganannya,” kata Kepala BPBD Mikron Antariksa.
Dua helikopter patroli dan lima helikopter water bombing juga sudah bekerja di Kalimantan Selatan. Namun, kerja mereka agak lebih ringan karena kondisi kemarau basah.
“Sebaran titik api tidak terlalu banyak. Hujan masih turun di beberapa daerah,” kata Kepala Seksi Pengendalian BPBD Sahrudin.
Namun, tim tetap bersiap. Bahkan, kemarin, kekuatan tim bertambah dengan kedatangan helikopter water bombing bantuan dari Rusia. “Tujuh helikopter siap bekerja di Kalsel,” tambah Sahrudin.
Titik panas juga merebak di Nusa Tenggara Timur. Setelah Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah, titik yang diduga api kebakaran lahan juga ditemukan di Pulau Timor, Alor, dan Flores. “Titik panas terdapat di Alor Timur, Fatuleu Barat, dan Riung,” terang Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Agus Sudiono Abadi. (DW/SL/RF/DY/PO/N-2)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau sejak 24 hingga 31 Agustus 2025.
Sebagai negara dengan area hutan yang didominasi oleh lahan gambut, komitmen pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla dinilai masih harus terus ditingkatkan.
Berdasarkan informasi, bibit kelapa sawit yang ditanami telah mencapai seluas 1 hektare (ha) di lokasi karhutla yang menghanguskan sekitar 50 ha lahan gambut.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi selama 10 hari, sejak 10 hingga 19 Agustus 2025.
BNPB mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas tahun ini relatif kecil, hanya sekitar 3.000 hektare
Sejumlah langkah strategis yang dilaksanakan oleh Polri, TNI, BNPB, BMKG, instansi terkait, relawan dan elemen masyarakat, khususnya di Kalbar sudah berjalan baik dan kompak.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved