Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 62 rumah yang tersebar di 22 kelurahan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) porak-poranda akibat diterjang angin kencang berkecepatan 40-50 kilometer per jam sejak Kamis (27/8) hingga Minggu (30/8).
Angin kencang mengakibatkan pohon dan baliho roboh di beberapa titik mengenai kabel listrik dan mengakibatkan listrik mati. Selain itu, seorang warga asal Kelurahan Manutapen dirawat di rumah sakit karena terkena pohon tumbang.
Di antaranya rumah milik Yaner Leo, warga RT 28 Kelurahan Manutapen, dan rumah milik dan Onisimus Nifu di Kelurahan Alak.
Baca juga: Tertimbun Tanah, Enam Penambang Ditemukan Meninggal
Rumah mereka mengalami kerusakan berat sehingga seluruh anggota keluarga mengungsi ke rumah warga lainnya yang masih utuh.
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan puluhan rumah tersebut mengalami kerusakan ringan hingga berat, sudah menerima bantuan bahan makanan.
"Untuk awalnya, kita bantu sembako, nanti BPBD yang akan melihat kondisi selanjutnya untuk ditindaklanjuti," katanya.
Saat ini, petugas BPBD masih melakukan pendataan kemungkinan masih ada kerusakan rumah di kelurahan lainnya.
Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang, Sulton Kharisma, mengatakan tekanan udara yang teramati pada Minggu (30/8) berkisar antara 1011 hingga 1012 mb dengan kecepatan angin maksimum yang tercatat 20 knot atau sekitar 40 kilometer per jam antara pukul 08.30-09.30 Wita.
"Namun, hari ini diprakirakan kecepatan angin maksimum dapat mencapai 25 knot atau sekitar 50 kilometer per jam atau lebih," ujarnya.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap angin kencang yang dapat memberikan dampak langsung seperti robohnya papan reklame, baliho, pohon tumbang atau dahan yang patah serta dampak tidak langsung seperti kebakaran hutan dan lahan. (OL-1)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Sjafrie menegaskan bahwa sejarah perjalanan Timor Timur adalah urusan kebangsaan yang harus diletakkan pada fondasi empati dan persaudaraan.
Sinergi seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam memastikan pengoperasian bandara internasional dapat berjalan optimal sejak hari pertama.
MENJELANG Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengungkapkan telah melakukan berbagai cara untuk meredam harga utamanya komoditas pangan.
HARI Studi dan HUT ke-50+1 Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/12).
Kelangkaan air di Kupang selama ini memaksa banyak keluarga harus menempuh jarak jauh, membeli air dengan harga tinggi, atau berhemat ekstrem dalam aktivitas sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved