Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan terus melakukan razia untuk memastikan agar warga mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut, akan dilakukan di beberapa wilayahnya karena selama ini penyebaran virus korona di Kabupaten Garut belum teratasi.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Hendra S Gumilar mangatakan, meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut selama ini masih mengalami peningkatan hingga tim gugus tugas berupaya menggelar razia di beberapa lokasi dan telah menemukan banyaknya warga kedapatan tak menerapkan protokol kesehatan mulai dari tak memakai masker.
"Razia ini akan rutin dilakukannya agar warga menerapkan protokol kesehatan, sehingga kasus Covid-19 di Kabupaten Garut tak terus meningkat dengan memberikan teguran lisan dan tertulis. Karena, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Garut Nomor 47 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19, yang telah diberlakukan," katanya, Selasa (25/8/2020).
Hendra mengatakan, dalam razia yang selama ini dilakukan gugus tugas ada tiga sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan mulai dari ringan, sedang, dan berat. Namun, untuk yang ringan berupa teguran lisan dan tertulis, tetapi sedang penyitaan kartu identitas, kerja sosial, atau pengumuman secara terbuka. Sementara sanksi berat denda sebesar Rp100 ribu atau penghentian kegiatan usaha hingga dicabut izin usaha.
"Bagi warga belum ada yang diberikan sanksi denda dikenakan ketika pelanggar sudah tiga kali melakukan kesalahan tetapi pada hari pertama dilakukan juga terdapat 79 pelanggar dikenakan sanksi ringan. Sementara pada hari kedua data belum direkapitulasi lantaran razia masih terus dilakukan termasuk gugus tugas juga memberikan masker gratis ke warga," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya baik melalui program promotif bahkan kuratif, supaya masalah yang berhubungan dengan penanganan virus korona dapat berlangsung dengan efektif dan berhasil. Karena, masalah tersebut dapat segera berkahir dan semuanya juga harus bersama-sama melakukan dengan pencegahan dan pengendalian Covid-19 harus dilakukan secara gotong royong.
"Selama ini masyarakat masih menganggap Covid-19 bukan masalah serius dan kesadaran untuk memakai masker juga dianggap sepele hingga mengabaikan protokol kesehatan. Kita jaga, jangan sampai mereka lengah terhadap protokol kesehatan karena selama ini Pemkab juga berupaya menyelamatkan warganya agar tidak terpapar virus korona," paparnya.
Menurutnya, pemerintah Garut juga selama ini akan menggarkan Rp7,5 miliar untuk membeli masker dipergunakan untuk siswa pelajar TK, SD, SMP, Madrasah Diniyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan tugas utama Pemkab hanya melindungi anak-anak yang nantinya dipersiapkan untuk bisa sekolah tatap muka. Sedangkan, pemerintah daerah akan membeli 500 ribu masker yang nantinya akan diberikan
"Untuk pelajar SMA nantinya akan dilakukan oleh Provinsi Jabar, karena kami akan bertemu dengan Gubernur Jabar untuk menyampaikan persiapan kegiatan belajar tatap muka salah satunya menyiapkan masker bagi siswanya. Akan tetapi, selama ini sudah memberikannya 1.000 masker kepada 442 kelurahan, desa dan 2.000 masker untuk 42 Puskesmas termasuk kecamatan," pungkasnya. (AD/OL-10)
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Jalan penghubung itu ambles sepanjang 50 meter
JEMBATAN gantung Cimanisan, Kecamatan Pendeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat ambruk akibat luapan dan derasnya air Sungai Cikaengan.
Secara komulatif sejak 2004 hingga 2025 tercatat ada 1.806 kasus dengan angka kematian 470 meninggal dunia.
"Kasus DBD yang terjadi pada awal bulan Januari hingga September 2025 selama ini mengalami peningkatan, karena masyarakat masih abai membersihkan lingkungan sekitar."
Gempa Garut tersebut terjadi sekitar pukul 15:24 WIB yang berlokasi di 140 kilometer barat daya dari Kabupaten Garut, atau tepatnya ada di kedalaman 13 kilometer laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved