Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus bertambah sejak Januari hingga Agustus 2020.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Rabu (12/8) telah tercatat 1.043 kasus di antaranya masih menjalani perawatan tetapi pemerintah belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).
Baca juga: Paulus-Gregorius Membangun Ngada dari Desa
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus DBD di 10 Kecamatan yang tersebar di 69 Kelurahan dan masih belum menentukan status KLB. Lebih lanjut kata dia, ada hal yang harus dipertimbangkan dalam penetapan status KLB DBD bukan semata-mata dari banyaknya jumlah kasus.
"Pemerintah Kota selama ini memang belum menetapkan kasus KLB karena selama ini ada perhitungan, dan bukan hanya banyak kasus. Dinas Kesehatan sudah melakukan intervensi dengan maksimal untuk pengendalian kasus mulai penyuluhan ditingkatkan dan pengasapan digencarkan," katanya, Rabu (12/8).
Uus mengatakan, serangan nyamuk DBD yang terjadi harusnya masyarakat juga semakin banyak yang sadar menjaga lingkungan. Sebab, untuk mengatasi kasus tersebut tak bisa hanya mengandalkan pengasapan, tetapi yang terpenting adalah gerakan menguras, menutup, dan mengubur (3M).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, serangan DBD sudah mencapai 1.043 kasus, di antaranya 20 orang meninggal dunia. Namun, untuk para korban yang telah meninggal paling banyak berusia anak-anak dengan jumlah 14 orang dan 28 orang masih mendapatkan perawatan di ruang PICU dan kamar lainnya.
Menurutnya, DBD yang terjadi di Kota Tasikmalaya tentu menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi korban meninggal atau dirawat. Masyarakat, kata dia, juga harus sadar utamanya membersihkan lingkungan rumah supaya bisa bersih dan tak ada lagi jentik nyamuk tumbuh menjadi dewasa.
"Masyarakat harus selalu melakukan langkah dengan pemberantasan sarang nyamuk agar tidak tumbuh menjadi dewasa, dan itu sudah menjadi faktor utama supaya kebersihan yang ada di lingkungan bisa teratasi dari penyakit," paparnya. (OL-6)
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved