Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

61 Titik Panas Diduga Karhutla Terpantau Satelit di Babel

Rendy Ferdiansyah
09/8/2020 08:55
61 Titik Panas Diduga Karhutla Terpantau Satelit di Babel
Foto udara kebakaran hutan lindung di Kepulauan Bangka, Bangka Belitung.(ANTARA/Nova Wahyudi)

SEBANYAK 61 titik panas atau hotspot yang diduga Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau satelit di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Minggu (9/8).

Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa mengatakan, setiap harinya, jumlah titik panas di Babel terus bertambah dan saat ini terpantau satelit ada 61 titik panas.

Ke-61 titik panas tersebut, menurut Mikron, terpantau satelit di enam kabupaten yakni, Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Belitung, dan Belitung Timur.

Baca juga: Rentetan Gempabumi Tektonik Guncang Pulau Sumba NTT

"Untuk saat ini, titik panas terbanyak ada di Bangka Barat sebanyak 26 titik di Kecamatan Jebus dan Kelapa, kemudian di Bangka Tengah 7 titik tersebar di Kecamatan Sungai Selan dan Simpang Katis, Bangka 7 titik di Mendo Barat, Puding Besar, dan Riausilip, Bangka Selatan 17 titik di Air Gegas, Lepar Pongok, Payung Simpang Rimba, dan Toboali, sedangkan Belitung di Membalong dan Beltim Dendang masing-masing 2 titik," ujarnya.

Mikron mengaku 61 titik panas ini baru sebatas dugaan adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Dugaan kita ada hutan atau lahan yang terbakar, tapi untuk kebenaranya harus dilakukan cek ke lapangan," ungkap dia.

"Tingkat kepercayaan atau akurasi dari titik panas tersebut di angka delapan dan sembilan, angka ini cukup tinggi dan mengarah ke benar adanya yang terbakar, tapi sekali lagi saya tegaskan harus ada pembuktian di lapangan," terangnya.

Intentisias titik panas diakuinya saat ini di Babel semakin meningkat seiring musim kemarau. Untuk itu, harus segera diantisipasi dengan terus melakukan sosialisasi bahaya karhutla kepada masyarakat khususnya petani.

"Intensitias karhurla mulai meningkat. Kita sudah siaga dan waspada saat ini, sekecil apapun karhutla harus dengan cepat dan tepat ditindaklanjuti agar tidak meluas"," pungkas dia. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya