Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN infrastruktur yang digenjot pemerintah di sejumlah daerah di luar pulau Jawa mulai membuahkan hasil. Salah satunya di Sumatra. Sejumlah provinsi yang berada salah pulau terbesar di Indonesia itu semakin menarik investor.
Salah satu perusahaan yang melakukan penentrasi di Sumatra yakni PT Amartha Mikro Fintek. Perusahaan fintech peer to peer lending dengan fokus pada pembiayaan modal kerja dan pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di desa itu bahkan mencatatkan Tingkat Keberhasilan Pengembalian (TKB) atau repayment rate, dengan nilai riil di posisi 100% di Sumatra pada Semester I/2020.
Baca juga: Pusri Operasionalkan Pabrik NPK II, Perkuat Daya Saing Bisnis
“Dengan keberhasilan pengembalian 100% mencerminkan saat ini telah terjadi kebangkitan ekonomi di desa khususnya wilayah Sumatra. Hal tersebut terlihat dari TKB wilayah Sumatra di posisi 100% pada Semester I/2020. Hanya terjadi sedikit penurunan sebanyak 2% pada Mei 2020, namun pada Juni 2020 hingga saat ini telah kembali di posisi 100%," kata Andi Taufan Garuda Putra, Pendiri dan CEO Amartha.
Amartha berekspansi ke wilayah Sumatra pada Januari 2020. Wilayah Sumatra menjadi wilayah ekspansi ke tiga setelah Jawa dan Sulawesi. Hingga saat ini, mereka telah menyalurkan Rp78 miliar kepada 18,399 mitra di Lampung, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara.
“TKB yang sangat baik ini dipengaruhi oleh karakter sosial dan budaya masyarakat Sumatera yang tangguh dan memiliki rasa gotong royong yang tinggi antar anggota kelompok Majelis Amartha. Selain itu, peran Petugas Lapangan Amartha yang giat memberikan pendampingan usaha di tiap minggunya, memberikan kepercayaan diri bagi para Mitra untuk terus mengembangkan usaha dalam masa pandemi covid-19 saat ini."
Wilayah Sumatra menjadi wilayah dengan TKB terbaik ketimbang Jawa dan Sulawesi. Pada Mei 2020, terjadi penurunan TKB di Jawa dan Sulawesi sebagai dampak ekonomi dari pandemi. Dengan ditunjang kinerja Sumatra ini, secara akumulatif TKB Amartha tetap terjaga di posisi 99,04%.
TKB Amartha dapat terjaga dengan baik karena sejak April 2020 mereka menerapkan kebijakan pendanaan berdasarkan pemetaan daerah dan jenis usaha. Mereka juga memperketat algoritma credit scoring dan seleksi pencairan berdasarkan wilayah persebaran covid-19, sehingga di wilayah zona merah tidak dilakukan pencairan baru. Pada zona kuning diberlakukan kebijakan titip bayar tanpa perkumpulan majelis. Sementara untuk wilayah zona hijau, pencairan dan pelayanan dilakukan secara normal dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. (RO/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved