Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Pentingnya Keberadaan Mentor Saat Berbisnis

Mediaindonesia.com
27/7/2020 10:20
Pentingnya Keberadaan Mentor Saat Berbisnis
Seorang ahli kecantikan dengan protokol kesehatan yang ketat tengah melakukan sambung bulu mata di The Lash Room Palm Residence Tangerang.(ANTARA/MUHAMMAD IQBAL)

SERING terjadi kita tidak selalu tahu segalanya tentang apa yang harus kita lakukan untuk pengembangan bisnis berkelanjutan.  Di sinilah mengapa keberadaan mentor untuk bisnis kita menjadi penting.  Topik itulah yang dibahas dalam webinar “The Importance of Finding the Right Business Mentor to Support You Entrepreneurial Mindset” yang digelar oleh Diplomat Success Challenge (DSC).

Webinar yang dilaksanakan atas kerjasama dengan MarkPlus Institute ini dilakukan secara online melalui video conferencing platform, menghadirkan pembicara Agung Bezharie, Co-Founder dan CEO Warung Pintar, dan Pangeran Siahaan, Founder dan CEO Asumsi.

Baca juga: Peluang Bisnis FMCG Miliki Prospek Menjanjikan

Dalam paparannya Agung Bezharie menyampaikan bahwa mentor berperan penting dalam perjalanan bisnisnya di Warung Pintar, perusahaan teknologi sektor mikro ritel yang membantu digitalisasi dan transformasi bisnis mikro (warung). Agung berbagi pengalaman tentang bagaimana mentor dapat membantu pebisnis, untuk mengembangkan pola pikir yang kuat dan keterampilan memecahkan masalah.

“Pentingnya mentor adalah membantu membangun pola pikir kita sebagai pebisnis dari seseorang yang memiliki high-level view. Istilah kita adalah rata-rata 5 orang di sekitar kita. Jika kita bisa mendesain 5 orang di sekitar kita yang bisa menjadi sumber daya pengetahuan dan pengalaman, yang mana hal itu bisa kita dapatkan dari mentor kita, kemungkinan besar kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan,” ujar Agung.

Bagi Pangeran Siahaan, memiliki mentor adalah hal krusial dalam perjalanan bisnis, termasuk dalam perjalanannya mengembangkan Asumsi, perusahaan media multi-platform yang berfokus pada current affair dan budaya pop untuk audiens muda.

Tahun lalu, Pangeran adalah salah satu mentor DSC X 2019, dan ia juga berbagi tentang pengalamannya sebagai mentor. “Kesan saya dari pengalaman DSC X tahun lalu adalah saya juga banyak belajar dari para peserta. Kita sama-sama belajar, menjadi sebuah pengalaman yang membuka mata,” kata Pangeran.

Menurut Pangeran, hal utama dari seorang pebisnis adalah self-awareness, dalam hal ini, mengetahui ada hal-hal yang tidak kita ketahui.

“Kadang pebisnis dengan segala egonya, merasa bisa menangani sendiri. Padahal tidak mungkin kita bisa mengetahui segala hal. Kita harus berdamai dengan diri kita sendiri, bahwa tidak semua bisa kita tahu, dan justru dengan tahu apa yang kita tidak tahu, kita bisa mencari orang untuk membantu. Kita bisa mencari orang yang lebih pintar, superior, atau berpengalaman, yaitu mentor kita, untuk kita dengarkan,” tambah Pangeran.

Berikut adalah sejumlah manfaat dari memiliki mentor dalam perjalanan bisnis dan membangun kesuksesan, kata Agung. Pertama, manfaat nyata memiliki mentor adalah kita punya tempat bertanya, dan mendapat nasihat berharga dari yang lebih berpengalaman, untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kita dalam berbisnis.

“Mentor telah bertemu banyak orang dan menangani banyak hal, mereka bisa membantu kita melihat lebih luas, dari perspektif ekonomi, sosial, dan lainnya, jadi kita bisa melatih cara berpikir kita,” ujar Agung.

“Mentorship bukan melulu tentang berbagi hal teknis how-to-do, sebab saya percaya tidak ada yang lebih tahu caranya selain pelaku bisnisnya sendiri. Tapi mentor membantu memperluas horizon pemikiran kita, berkat asam garam pengalaman mereka yang sudah lebih jauh dan dalam, sehingga misalnya nanti kita menghadapi masalah, kita punya pendekatan atau solusi yang baru, segar, atau lebih tepat,” timpal Pangeran.

Kedua, selain memberikan pengetahuan dan dukungan, mentor juga dapat membantu kita memperluas jejaring profesional, karena mentor yang baik biasanya memiliki jejaring yang luas juga.  “Kita perlu terkoneksi dengan orang lain. Dan mentor kita yang sudah punya bisnis berjalan dengan jejaringnya, bisa bermanfaat untuk kita jadi terkoneksi dalam berbagai hal, dari mulai pasar hingga pendanaan,” ujar Pangeran.

Dan ketiga, lebih dari mendapatkan informasi metode atau strategi bisnis, yang krusial dari mentor adalah mendapatkan pengalaman mereka yang amat mahal harganya, dan seringkali tidak ada di buku atau ruang kelas. “Technicalities could be learned and taught, but mentality could only be shaped through time. Hal-hal teknis bisa kita ketahui dari sesi tutorial atau buku, tapi yang tidak bisa singkat adalah soal mentalitas,” kata Pangeran.

Seorang mentor, kata dia, tidak harus selalu sosok yang lebih tua dari kita, atau seorang CEO terkenal yang sukses. Mentor sesungguhnya bisa juga kolega, teman, bos, atau anggota keluarga, yang sekiranya sesuai kebutuhan kita, kita tertarik untuk belajar lebih jauh padanya, dan kita percaya mereka bisa membantu mengembangkan bisnis kita.

Pangeran menyampaikan, di masa media sosial semakin memudahkan komunikasi seperti saat ini, bahkan kita bisa bertemu dan menyapa calon mentor melalui pesan Instagram atau LinkedIn, misalnya. Pangeran juga menyarankan untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan terlebih dulu, dan temukan mentor berbeda, sesuai area keahlian mereka dan sesuai kebutuhan kita.

“Karena saya memiliki pengalaman di media, saya mungkin tidak perlu mentor di dunia tersebut. Tapi karena saya tidak berpengalaman dalam hal seperti pembukuan keuangan yang benar untuk perusahaan, misalnya, maka saya mencari mentor di bidang tersebut,” kata Pangeran. (Ant/A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Maulana
Berita Lainnya