Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Berkah Bagi Industri Fashion

Mediaindonesia.com
25/7/2020 09:35
Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Berkah Bagi Industri Fashion
Celana boxer adalah salah satu produk yang cukup diminati saat wabah ini karena cocok dipakai di rumah.(Dok.Cottonology)

PANDEMI covid-19 yang masih terjadi di Indonesia dan banyak lagi negara di dunia disebut-sebut telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan, terutama ekonomi. Banyak perusahaan, terutama pelaku UKM yang terpaksa gulung tikar karena tidak mampu lagi membiayai beban usaha.

Namun kondisi itu ternyata tidak berlaku bagi produsen fesyen pria asal Bandung, Jawa Barat, Cottonology. Mereka berhasil melewati masa krisis pandemi pada tiga bulan pertama saat wabah tersebut dinyatakan masuk ke Indonesia. Seolah melawan tren, penjualan mereka justru meningkat 60%n. Salah satu faktor yang mendorong peningkatan itu adalah penerapan PSBB.

Baca juga: Ketika Industri Fashion Mulai Beralih ke Online

Menurut pendiri sekaligus CEO Cottonology, Carolina Danella Laksono, sejak awal didirikan pada 2017 ia memang memfokuskan usahanya pada pemberdayaan masyarakat sekitar. “Kami melibatkan banyak sekali penjahit-penjahit lokal  di sekitar Bandung. Mereka terdiri dari perajin rumahan, individu atau lepasan.  Kami bersyukur bahwa kerjasama Cottonology dengan mereka masih terus berlangsung sampai sekarang. Sebuah kebanggaan tersendiri bisa menjadikan bisnis ini sebagai jalan rezeki buat mereka.”

Menurut lulusan University of California, Berkeley tersebut, dengan kolaborasi dan dukungan dari penjahit lokal, Cottonology sukses membuka 60 top-up store di 30 kota.  Sejauh ini merek lokal tersebut telah berhasil menjual lebih dari 400 ribu item pakaian pria di seluruh Indonesia.
 
“Salah satu keunggulan Cottonology adalah usaha ini kami lakukan dari hulu ke hilir, dari mulai produksi sampai pemasaran. Jadi harga kami memang jauh lebih murah dengan bahan seratus persen katun. Dengan kisaran harga 50 sampai 200 ribu, cukup terjangkau untuk semua kalangan,” ungkapnya.
 
Olin, panggilan akrab lulusan bidang ekomomi politik ini, juga menjelaskan bahwa brand lokal tersebut berhasil masuk top selling ranked  di platform e-dagang Indonesia seperti Shopee, Lazada, BliBli, Tokopedia, dan Zalora. “Target kami ke depannya adalah bagaimana Cottonology bisa memperluas pasar global, minimal di kawasan Asia terlebih dulu.
 
Dalam menjalankan usahanya pun Olin menekankan pentingnya eco-green bagi keberlangsungan kesehatan lingkungan di sekitarnya. “Sebelum benang kami dipintal, benang yang tak berwana dicelup untuk mendapatkan warna yang sesuai. Limbah dari celupan ini lalu kami daur ulang sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi lingkungan disekitar,” imbuhnya.

“Celana boxer adalah salah satu produk yang cukup diminati saat wabah ini karena cocok dipakai di rumah karena mayoritas work from home. Bahan katunnya juga nyaman, karena banyak juga konsumen kami yang bekerja selama WFH sambil pegang laptop duduk di lantai, bukan di kursi. Mereka lebih suka pakai celana yang nyaman bahannya.” (Ant/A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Maulana
Berita Lainnya