Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Rapid Test Berlanjut Kasus Melonjak

AKHMAD SAFUAN
25/6/2020 07:10
Rapid Test Berlanjut Kasus Melonjak
Rapid Test Massal di Berbagai Daerah di Jateng Semakin Masif(MI/ Akhmad Safuan)

UPAYA mempercepat penanggulangan pandemi covid-19 dilakukan sejumlah daerah dengan cara menggencarkan rapid test massal. Dari hasih tes terungkap makin banyak masyarakat yang terpapar virus korona baru itusehingga jumlahnya terus melonjak.

Seperti rapid test massal yang terus dilakukan di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadikan angka kasus positif covid-19 di kota itu melonjak menjadi 610 orang, kemarin. Bahkan, 126 dari 177 kelurahan yang ada di 16 kecamatan berstatus zona merah karena terdapat pasien positif korona.

Rapid test yang dilanjutkan tes swab secara massal terus dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Tes antara lain dilakukan di perkantoran, pasar tradisional, pasar modern, toko swalayan, hingga sejumlah tempat berkumpulnya masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, jumlah kasus covid-19 melonjak tajam karena sebelumnya masih berkisar 300 orang. Dari 610 orang yang positif covid-19, sebanyak 531 orang dalam perawatan dan 79 orang mengalami perbaikan klinis sehingga tinggal menunggu hasil tes laboratorium terakhir.

Besarnya angka positif covid-19 di Kota Semarang menempatkannya pada posisi teratas dalam jumlah pasien korona di Jateng. Di provinsi itu tercatat 3.325 kasus, terdiri atasi 1.441 orang (43,34%) sembuh, 1.630 (49,02%) dirawat, dan 254 orang (7,64%) meninggal dunia. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan, dari ratusan pasien yang dirawat di beberapa rumah sakit rujukan itu, 101 pasien di antara mereka berasal dari luar daerah.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyatakan akan terus melakukan rapid test dan tes swab massal dalam upaya mendeteksi dini dan pemetaan penyebaran covid-19. Makin banyakanya warga yang terdeteksi korona akan semakin memudahkan penanganan dan pencegahan sehingga tidak semakin menyebar.

"Rapid test dan tes swab massal akan kami lanjutkan. Saya minta seluruh warga taat terhadap protokol kesehatan," tegasnya. Selain rapid test dan tes swab massal, lanjutnya, petugas dari GTPP dan dinas kesehatan juga terus melakukan pelacakan tergadap warga yang sempat kontak langsung dengan pasien positif covid-19.

Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, juga mulai intensif melakukan pencegahan penularan di lingkungan kampus. Selama dua minggu terkahir sebanyak 2.000 pegawai perguruan tinggi negeri itu mengikuti rapid test dan hasilnya 37 di antara mereka reaktif.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Unhas, Budu, menjelaskan langkah itu diambil menindaklanjuti laporan ada empat pegawai Unhas yang ditemukan terinfeksi virus korona. "Berdasarkan contact tracing, keempat pegawai itu kemungkinan terpapar dari luar kampus," ujarnya.

Guru dites

Para guru di Kota Padang, Sumatra Barat, juga akan mejalani tes swab menjelang tahun ajaran baru 2020/2021. Tes juga akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang terhadap pegawai sekolah.

Rapid test terus dilakukan Pemkot Bengkulu. Salah satunya dilakukan kepada pedagang Pasar Panorama di Kecamatan Singaran Pati. Hasilnya, tujuh pedagang reaktif sehingga berstatus orang dalam pengawasan.

Berbeda dengan daerah wisata lainnya di Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat belum berencana melaksanakan rapid test terhadap para wisatawan kendati belakangan mulai banyak wisatawan dari luar daerah yang memadati kawasan wisata Lembang. (LN/YH/MY/DG/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya