Rabu 24 Juni 2020, 06:20 WIB

Modifikasi Cuaca Selamatkan Waduk

MI | Nusantara
Modifikasi Cuaca Selamatkan Waduk

Rudi Kurniawansyah
Hujan Buatan Berhasil, Elevasi Waduk di Batam Meningkat Signifikan

 

OPERASI teknologi modifikasi cuaca yang digelar di awal musim kemarau di sekitar Batam, Kepulauan Riau, berhasil menurunkan hujan deras. Dampaknya tinggi muka air seluruh waduk di wilayah itu naik siginifi kan dalam tiga hari terakhir.

"Operasi hujan buatan akan dilanjutkan hingga 20 hari ke depan. Intensitas hujan setiap hari di semua titik rata-rata sedang dan deras," kata Koordinator Lapangan Tim Teknologi Modifi kasi Cuaca Posko Batam, Budi Harsoyo, kemarin.

Hujan deras dalam tiga hari terakhir juga menyelamatkan kondisi sejumlah waduk. Waduk Muka Kuning, misalnya, terancam berhenti operasional untuk menyuplai air baku. Hujan deras menaikkan tinggi muka air waduk dari 52 cm menjadi 56 cm.

Di Waduk Sei Ledi, hujan dua hari membuat elevasinya naik hingga satu meter lebih. "Kami tetap berjuang memanfaatkan potensi awan yang ada untuk membantu masyarakat Batam keluar dari kesulitan kebutuhan air baku sehari-hari. Masih ada 20 hari ke depan untuk terus melakukannya," tambah Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Jon Arifian.

Di Jawa Tengah, BMKG sudah meminta warga dan kepala dae rah bersiap mengantisipasi ke keringan. "Sebanyak 70% daerah di Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau. Ada daerah yang telah masuk musim kemarau sejak akhir April," kata pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan.

Sementara itu, daerah yang belum memasuki kemarau ialah Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Dia menambahkan seluruh daerah baru akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus. "Yang mengalami puncak kemarau pada September ialah Wonogiri, Demak, Jepara, dan Pati. Daerah harus mulai menyiapkan antisipasi kekeringan," tandas Rendi.

Berbeda dengan kondisi di Kalimantan Tengah, hujan deras masih mengguyur wilayah itu. Akibatnya, ratusan rumah dan jalan di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, direndam banjir. Air berasal dari luapan Sungai Kuayan.

"Ada empat desa yang terendam banjir, yakni Kuala Kuayan, Ta ngarobah, Tanjung Jariangau, dan Bawan. Air menenggelamkan jalan desa dan rumah warga," ujar Plt Camat Mentaya Hulu, Sadinin. Sudah dua hari banjir mengepung wilayah itu. Karena hujan masih juga turun, ketinggian air juga terus bertambah. "Hari ini air naik lagi sekitar 40 cm," tambah Sadinin. (HK/RK/LD/SS/N-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Karst Maros-Pangkep Bersiap Menuju UNESCO Global Geopark

👤Lina Herlina 🕔Jumat 20 Mei 2022, 18:05 WIB
Karst Maros Pangkep termasuk salah satu karst kelas dunia yang memiliki keindahan, keunikan, flora dan fauna, nilai-nilai ilmiah dan sosial...
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Angka Stunting di Klaten Turun Menjadi 9,3 Persen

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 20 Mei 2022, 17:58 WIB
Bupati meminta OPD memaksimalkan anggaran dan komitmen untuk menurunkan angka stunting. Meskipun saat ini angka stunting di Klaten...
Ist

Ibas dan AHY Kunjungi Destinasi Wisata Pantai Watu Bale Pacitan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 17:46 WIB
Selain menikmati sensasi menyeberangi Jembatan Nyali, Ibas dan AHY menyempatkan untuk mengabadikan momen di beberapa spot foto Pantai Watu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya