Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Merapi kembali mengalami erupsi pada Minggu (21/6). Akibatnya, terjadi hujan abu vulkanik kategori ringan hingga deras, yang mengguyur delapan kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Delapan kecamatan, yaitu Srumbung, Dukun, Sawangan, Salam, Muntulan, Ngluwar, Mungkid dan Borobudur. "Sebaran hujan abu vulkanik erupsi Gunung Merapi ada di delapan kecamatan wilayah Magelang,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Minggu (21/6).
Baca juga: Dua Kali Erupsi Gunung Merapi Hanya Berjarak Sekitar 14 Menit
Di Kecamatan Srumbung, hujan abu yang cukup deras melanda tujuh desa. Rinciannya, Desa Kaliurang, Desa Kemiren, Desa Srumbung, Desa Banyuadem, Desa Kalibening, Desa Ngargosoko dan Desa Kradenan
Adapun di Kecamatan Dukun, hujan abu ringan melanda lima desa. Di antaranya, Desa Ngargomulyo, Desa Keningar, Desa Sumber, Desa Sengi dan Desa Banyudono. Hujan abu ringan juga mengguyur dua desa di Kecamatan Sawangan, yakni Desa Wonolelo dan Krogowanan.
Tujuh desa di Kecamatan Salam turut diguyur hujan abu ringan. Rinciannya, Desa Gulon, Desa Seloboro, Desa Tirto, Desa Sucen, Desa Kadiluwih, Desa Tersan Gede dan Desa Pucungrejo. Kondisi serupa juga terjadi di lima desa Kecamatan Muntilan, yakni Desa Gunungpring, Desa Sedayu, Desa Adikarto, Desa Tamanagung, dan Kelurahan Muntilan.
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Bandang di Lereng Merapi masih Ada
Hujan abu ringan mengguyur empat desa Kecamatan Ngluwar, yaitu Desa Plosogede, Desa Blongkeng, Desa Jamus Kauman dan Desa Ngluwar. Serta dua desa di Kecamatan Mungkid, yakni Kelurahan Mungkid dan Desa Pabelan.
Tujuh desa di Kecamatan Borobudur juga terdampak hujan abu ringan. Rinciannya, Desa Sambeng, Desa Kenalan, Desa Wanurejo, Desa Ngargogondo, Desa Tuksongo, Desa Wringinputih dan Desa Bumiharjo. Menyikapi peristiwa erupsi, Edy mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Serta, mengikuti informasi dari sumber terpercaya.(OL-11)

Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved