Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA pandemik covid-19, sejumlah petani di wilayah Temanggung, Jawa Tengah memilih tidak menjual hasil panen padinya. Mereka menyimpan sebagian gabah di lumbung pangan untuk cadangan pangan selama pandemik. Dan sebagian dibagikan ke masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi karena terdampak korona.
Seperti dilakukan Munarto,47, seorang petani di Kelurahan Madureso Temanggung. Dari areal lahan seluas 2.700 meter persegi ia memperoleh gabah basah sebanyak 1,1 ton. Gabah tersebut ia panen dalam dua hari, yakni Sabtu (2/5) dan Minggu (3/5).
Ia mengatakan dari hasil panen 1,1 ton tersebut sebagian akan disimpan di lumbung yang ada di rumahnya dalam bentuk gabah kering. Gabah tersebut diperkirakan cukup untuk keperluan makan sembilan orang anggota keluarganya selama dua musim. Yakni musim tanam tembakau yang sebentar lagi akan datang hingga musim tanam padi berikutnya sekitar akhir tahun ini.
"Disimpan setelah gabah dijemur kering, nanti kalai mau dikonsumsi tinggal diselep di penggilingan padi," ujar Munarto.
Sebagian gabah lagi, kata Munarto akan disumbangkan, dibagikan pada sejumlah warga di daerahnya yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemik covid-19. Ia mengaku sedang menghitung jumlah warga yang terdampak. Bantuan terutama dikususkan untuk sejumlah janda dan warga yang miskin.
"Kalau untuk keperluan lauk pauk dan biaya hidup sehari-hari di keluarga, saya berusaha mencukupi dari bekerja menyewakan jasa traktor untuk membajak sawah,"katanya.
Sukobinarto, 50, petani lainnya mengaku telah selesai panen pada awal pekan ini. Dari sekitar satu ton kirang hasil panen padi di areal sawah seluas 2.000 meter persegi, ia hanya menjual sebagian . Hasil penjualannya ia gunakan untuk ongkos tanam sayuran. Ia berencana akan menanam cabai, jagung dan sayuran sebelum berganti musim tanam berikutnya.
baca juga: Masa Tanggap Darurat Penanganan Covid-19 Bali Diperpanjang
Ia mengatakan, harga gabah dari jenis melati miliknya dijual seharga Rp4.500 per kilogram gabah basah. Hanya sebanyak empat kuintal saja yang dijual. Selain untuk ongkos tanam, sebagian hasil penjualan gabah juga ia gunakan untuk biaya hidup. Hasil panen kali ini, menurutnya, berkualitas bagus.
"Sebanyak lima kuintal lagi disimpan untuk cadangan pangan. Bisa untuk makan satu tahun bagi tiga orang anggota keluarga saya. Nanti hasil panen musim berikutnya baru saya jual semua hasil panen gabahnya," katanya.(OL-3)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
CUACA ekstrem masih terjadi puluhan daerah di Jawa Tengah Sabtu (24/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved