Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dwikorita Karnawati mengingatkan masih adanya potensi banjir bandang di lereng Merapi. Pasalnya, pada Februari ini merupakan puncak musim hujan.
"Februari merupakan puncak musim hujan dan (curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi hingga) sampai maret. Kita masih mewaspadai banjir dan banjir bandang di kaki lereng Merapi," kata dia ketika ditemui di Kantor Stasiun Klimatologi, Mlati, Sleman, DIY.
Ancaman banjir bandang di lereng merapi masih ada karena masih memasuki puncak musim hujan dan karakter lereng Merapi yang curam. Air dalam jumlah besar yang turun di atas akan menjadi besar begitu menemui daerah yang sedikit datar. "Awan CB masih berseliweran di puncak Merapi," kata dia.
Selain banjir dan banjir bandang, masyarakat di beberapa lokasi di DIY juga diminta waspada terhadap tanah longsor. Seperti di Samigaluh dan Kalibawang di Kulon Progo, Piyungan, Imogiri, Dlingo, dan Pundong di Bantul, serta Gedangsari di Gunungkidul.
Dwikorita mengatakan, hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah DIY untuk sepekan ke depan. Meningkatnya pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas Moonson Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.
Aktifitas pusat tekanan udara rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola ITCZ (Inter Tropical Convergence Zone) yang memanjang dari Laut Jawa hingga Laut Arafura. Dalam skala lokal, ITCZ memengaruhi pola angin di DIY berupa konvergensi (pertemuan dan perlambatan kecepatan angin) sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia.
"Faktor kondisi suhu muka laut di wilayah Indonesia yang masih cukup hangat (23-29 Februari) meningkatkan potensi pembentukan awan hujan," kata dia.
Ia pun mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Mereka tetap dimohon untuk memantau cuaca. Apabila akan mengadakan acara besar, penyelenggara acara diminta berkoordinasi dengan BMKG. "Bisa mengawal cuaca setiap jam gratis tidak perlu membayar," kata dia.
BMKG, ada atau tidak ada bencana, rutin menyampaikan kondisi cuaca terkini minimal kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah. (AT/OL-10)
BMKG merilis prakiraan cuaca 21 Februari 2026. Waspada potensi hujan lebat di Jawa Barat, Jateng, hingga Papua, serta hujan petir di Jakarta dan Surabaya.
BMKG memberikan peringatan dini agar tetap diwaspadai bencana hidrometeorologi menyampaikan prakiraan cuaca Jawa Tengah 21- 23 Februari 2026 mengenai potensi cuaca ekstrem
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta Sabtu 21 Februari 2026. Seluruh wilayah Jakarta diprediksi hujan ringan hingga petir pada malam hari.
Pada dasarian III Februari 2026, BMKG memprakirakan memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80 hingga lebih dari 90 persen
Peringatan dini dikeluarkan karena pasang laut bisa menyebabkan tambak ikan maupun tambak garam terendam air laut, terlebih jika disertai dengan ombak
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih membayangi arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved