Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu memiliki keinginan besar untuk mengubah tampilan wajah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi lebih menarik. Seluruh sistem pemerintahan dibenahi, termasuk sarana dan prasarana penunjang pembangunan.
Setelah berhasil meraih predikat wajar tanpa pengecualian tahun 2019, kini Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Poso menargetkan Adipura.
Untuk mewujudkan targetnya, Darmin Sigilipu bersama jajarannya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Poso terus melakukan penanganan
sampah di Kabupaten Poso. Contohnya dalam peringatan hari peduli sampah nasional (HPSN) tahun 2020, Darmin bersama seluruh ASN di lingkup Pemda Poso, TNI, dan Polri serta masyarakat setempat, membersihkan sampah di seputaran Pantai Kayamanya, pada Jumat (21/2).
Baca juga: Puluhan Penambang Emas Ilegal Rusak TNLL Poso
Darmin mencanangkan Sampapitu (sampah pilahan itu uang). Tujuannya agar masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai suatu masalah yang harus diabaikan, tetapi sebagai sesuatu yang dapat menguntungkan dari sisi finansial.
"Kalau kita bekerja dengan tulus, bekerja ikhlas, maka tidak ada hal yang susah. Semua pekerjaan akan terasa mudah dan kita pastinya tidak
akan capek atau lelah karena kita punya niat yang tulus untuk melakukan hal yang baik," tandas Darmin.
Berdasarkan catatan DLH Poso, jumlah sampah yang dihasilkan Kota Poso tahun 2019 mencapai 7.961 ton. Namun, sampah yang
berhasil dikelola melalui proses pengurangan sampah hanya sebesar 1.570 ton lebih atau 20%.
Menurut Darmin, perlu keterlibatan seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha melalui program Bank Sampah menuju pusat daur ulang, sehingga jumlah sampah yang masuk ke TPA secara periodik dapat dikurangi. (OL-14)
Warga telah berupaya mengatur alur pembuangan agar sampah tidak semakin tercecer ke jalan raya.
SEBANYAK 29 ton sampah plastik resmi 'keluar' dari jalur pencemaran lingkungan Jakarta melalui inisiatif Hyundai Continue.
Pemkot Bandung merekrut sebanyak 1.596 petugas Gaslah yang akan ditempatkan dengan skema satu orang satu RW.
Sangat tidak adil jika warga kelas bawah yang paling terdampak buruknya layanan publik justru menjadi sasaran pendekatan represif.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved