Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK banjir, ratusan hektare tanaman padi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat alami puso harus ditanam ulang.
Adapun areal sawah yang harus tanam ulang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Cirebon, Yaitu Kecamatan Susukan, Kecamatan Kaliwedi, Gegesik, Kapetakan dan Kecamatan Panguragan. Sedangkan luasnya mencapai sekitar 525 hektare.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar membenarkan banjir menggenangi sejumlah areal pertanian yang ada di Kabupaten Cirebon.
''Tergenangnya sudah cukup lama, jadi tanaman padi tidak bisa bertahan,'' ungkap Tasrip, Kamis (20/2).
Akhirnya tanaman padi mengalami puso sehingga petani terpaksa harus melakukan tanam ulang.
'Padahal sudah ada petani yang melakukan pemupukan pertama,'' ungkap Tasrip.
Saat ditanyakan biaya untuk melakukan tanam ulang, Tasrip mengungkapkan jika petani sebenarnya saling membantu.
''Petani saling memberikan lebihan persemaian yang mereka miliki ke petani yang memang membutuhkan. Pemberian itu gratis,'' ungkap Tasrip.
Sehingga petani yang membutuhkan persemaian untuk melakukan tanam ulang tinggal mencabut dari persemaian petani lainnya dan ditanam kembali ke sawah mereka, sehingga mempercepat proses tanam.
''Jadi petani tidak perlu melakukan persemaian ulang,'' ungkap Tasrip.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya areal persawahan di Kabupaten Cirebon yang terendam banjir. Bahkan beberapa diantaranya juga terpaksa harus melakukan tanam ulang.
Tanam ulang dilakukan terhadap tanaman padi yang umurnya berkisar antara 2 hingga 15 hari.
''Karena masih berusia muda, tanaman padi tidak kuat terendam air dalam jangka waktu lama,'' ungkap Ali.
Apalagi jika seluruh bagian tanaman padi terendam dalam waktu lama, tanam ulang pasti dilakukan. Namun Ali belum bisa memastikan berapa luas areal tanaman padi yang harus tanam ulang.
''Pendataan masih berlangsung,'' ungkap Ali.
Untuk petani yang mengikuti asuransi pertanian, bisa mendapatkan klaim ganti rugi. Namun bagi yang tidak, maka Ali mengusulkan agar mereka bisa memperoleh bantuan dari pemerintah. (OL-2)
Bagi warga yang akan beraktivitas, berikut adalah cara cek banjir Jakarta secara akurat dan real-time, bida dengan JAKI dan memantau IG BPBDDKIJakarta.
BANJIR kembali melanda wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ketinggian airnya mencapai 125 sentimeter (cm) menyusul status Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.
BPBD Jakarta Selatan mencatat ketinggian banjir di Jalan Pondok Karya Kompleks RW 04, Pela Mampang, Mampang Prapatan, hingga mencapai 95 sentimeter (cm).
Koridor 3 dan 10 mengalami perpendekan rute layanan untuk menghindari titik banjir yang cukup dalam.
Pelajari cara efektif menghindari titik banjir di Jakarta. Dari daftar ruas jalan rawan hingga aplikasi pantau real-time untuk perjalanan aman.
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (22/1/2026) dini hari menyebabkan 22 ruas jalan tergenang sehingga ruas Transjakarta dialihkan.
Perubahan iklim dan intrusi air laut kian menekan produktivitas pertanian di wilayah pesisir utara Jawa.
Ari Lasso kembali ramai dicari di Google pada Kamis (4/12). Mantan vokalis Dewa 19 itu menjadi bahan perbincangan setelah sang kekasih, Dearly Joshua, diketahui unfollow
Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Cilegon terhadap setiap gerakan yang berpihak pada petani.
Para pelaku industri pertanian beralih ke teknologi baru untuk mengatasi sejumlah tantangan, seperti kelangkaan tenaga kerja dan lonjakan biaya produksi.
Di sebuah ladang sederhana di kawasan timur Inggris, eksperimen bersejarah tengah dilakukan. Ahli ekologi sekaligus petani padi pertama di Inggris, berhasil menumbuhkan padi.
Penelitian menunjukkan teknologi nano-selenium mampu meningkatkan hasil panen padi, mengurangi kebutuhan pupuk nitrogen hingga 30%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved