Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT gugur daun karet akibat jamur Pestalotiopsis sp yang sempat mewabah di sebagian besar perkebunan di Sumatra Selatan mulai terkendali dengan ditandai adanya peningkatan produksi getah dalam satu bulan terakhir.
Peneliti Pusat Penelitian Karet Sumbawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Tri Rapani Febbiyanti yang dihubungi dari Palembang, Kamis (30/1) mengatakan produksi getah karet mulai normal setelah sempat terjadi penurunan produksi getah 30 persen hingga 50 persen. "Saat ini kondisi tanaman karet mulai membaik, sudah mulai rindang kembali dengan ditandai daun-daun baru sudah tumbuh," kata dia.
Ia mengatakan sebelumnya di kawasan perkebunan karet Sumbawa seluas 1.500 hektare terpapar penyakit gugur daun hingga 90 persen. "Puncaknya saat musim kemarau tahun lalu karena ada gugur daun alami juga. Kanopi (tutupan daun) tinggal 10 persen saja dan tanaman benar-benar merangas," kata dia.
Namun, ia mengatakan, kondisi baik saat ini jangan membuat lengah karena Sumsel belum lepas dari ancaman penyakit gugur daun ini. Ia merujuk Provinsi Jambi karena saat ini justru sedang terjadi penyebaran penyakit gugur daun. "Justru di Jambi saat ini sedang outbreak (menyebar), malahan di saat musim penghujan seperti ini yang berbahaya. Penyebaran cepat dan mudah karena melalui udara karena spora diterbangkan angin," kata dia.
Sebenarnya, Pusat Penelitian Sumbawa sudah mendekteksi adanya penyakit gugur daun ini sejak menerima laporan dari petani pada November 2017, lalu diketahui pada Februari 2018 sudah terjadi pengurangan kanopi sekitar 70 persen.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Rudi Aprian mengatakan penyakit gugur daun ini sempat mempengaruhi produksi getah karet Sumsel yang turun hingga 50 persen.
Penyakit gugur daun ini sudah mewabah pada 2019 dengan memapar sebagian besar perkebunan karet di Sumsel dengan luas total 1,3 juta hektare dengan produksi sekitar satu juta ton karet per tahun. (Ant/OL-12)
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
SUB Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV menyebut capaian komoditas non core (bukan inti) teh dan karet meraih laba positif untuk pertama kali sejak 1996.
Plastic & Rubber Indonesia menjadi wujud komitmen Pamerindo dalam mendukung petumbuhan dan penguatan industri nasional.
Pemerintah bakal memperluas peran BPDPKS. Ke depan, lembaga itu tidak hanya mengurusi dana sawit saja, tetapi juga produk perkebunan lain seperti kelapa, kakao, dan karet.
PTPN melakukan pengiriman perdana karet alam berkelanjutan yang telah melalui proses due diligence sesuai aturan bebas deforestasi Uni Eropa.
Materi mengenai contoh benda elastis ini biasanya akan muncul pada tingkat Sekolah Dasar (SD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved