Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 Cabang Malahayati yang berlokasi di Krueng Raya Aceh Besar, melayani kegiatan ekspor tanah Pozzolan ke Bangladesh. Menurut General Manager Pelindo 1 Cabang Malahayati, Sam Arifin Wiwi, kegiatan pengapalan dilakukan mulai 28 Januari 2020.
"Tanah Pozzolan ini diekspor menggunakan kapal jenis Bulk Carrier, yaitu Kapal MV Ying Li berbendera Panama dengan Gross Tonnage sebesar 24.953 GT dan Length Overall sepanjang 181,50 meter," kata Sam Arifin Wiwi dalam keterangan resmi, Rabu (29/1).
Kapal ini sandar di Pelabuhan Malahayati untuk melakukan kegiatan muat curah kering Pozzolan dengan estimasi muatan sebanyak 28.000 ton. Rencananya, pengiriman akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, dengan estimasi volume total mencapai 300.000 ton.
Ini merupakan ekspor tanah Pozzolan yang pertama pada tahun ini melalui Pelabuhan Malahayati. Dengan adanya kegiatan ekspor Pozzolan ini, dia berharap semua pihak dapat saling bersinergi. Sekaligus memotivasi dan mendorong minat pelaku usaha di berbagai sektor untuk memanfaatkan potensi perdagangan melalui moda tranportasi laut di Pelabuhan Malahayati.
Tanah Pozzolan adalah bahan yang mengandung senyawa silika atau silika alumina dan alumina, yang tidak mempunyai sifat mengikat seperti semen. Pozzolan dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan proses pembentukannya yaitu pozzolan alam dan pozzolan buatan.
Pozzolan alam adalah bahan alam yang merupakan sedimentasi dari abu atau lava gunung berapi yang mengandung silica aktif. Pozzolan alam banyak terdapat di Aceh. Sedangkan untuk pozzolan buatan banyak jenisnya, baik sisa pembakaran dari tungku, maupun hasil pemanfaatan limbah yang diolah menjadi abu yang mengandung silica.
Material pozzolan dapat digunakan sebagai material tambahan dalam campuran semen. VP Humas Pelindo 1 Fiona Sari Utami menjelaskan bahwa Pelabuhan Malahayati memiliki dermaga dengan panjang 380 meter dan lapangan penumpukan seluas 30.971 m2.
baca juga: BPBD Purbalingga Tanam Rumput Vetiver di Daerah Longsor
Pelabuhan itu juga didukung berbagai peralatan bongkar muat yang memadai. Berupa 1 unit HMC, 2 unit Mobile Crane, 3 unit forklift dan 6 unit truk pengangkut peti kemas serta alat lainnya. Pelabuhan Malahayati memiliki kedalaman alur hingga 9,5 meter, dermaga yang mendukung aktivitas pelayaran yang terjadwal. Itu semua membuat Pelabuhan Malahayati mampu melayani aktivitas ekspor-impor dengan baik.(OL-3)
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
Indonesia bidik pasar Jepang untuk ekspor pelet EFB dan cangkang sawit. Dengan potensi setara 38.760 MW, biomassa sawit jadi andalan baru devisa negara di 2026.
Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved