Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMPANYE makan daging sapi digalakkan di Gunungkidul. Hal ini dilakukan pascaditemukannya antraks di Ponjong, Gunungkidul, beberapa waktu lalu. Kampanye ini ditujukan guna menghilangkan ketakutan warga untuk makan daging sapi.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yanno Findria, mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya memastikan tidak pernah menemukan daging ternak yang positif antraks dijualbelikan.
"Kampanye makan daging sangat penting agar masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi daging," kata dia pada Kampanye Makan Daging Sapi Sehat Bebas Antrax di aula Kecamatan Panggang, Sabtu (25/1).
Daging yang cocok dikonsumsi, lanjut dia, daging yang sehat, utuh dan halal. Memasaknya pun harus dipanaskan hingga 100 derajat celcius atau lebih.
Tugas pemerintah saat ini adalah mengubah kebiasaan masyarakat untuk membagi-bagikan ternak yang disembelih setelah ditemukan kematian mendadak pada hewan tersebut. Kebiasaan tersebut berpotensi besar membuat antraks menyebar.
"Kami mengimbau kepada masyarakat luas apabila menemukan ternak mati mendadak agar segera dikubur (bukan disembelih dan dibagi-bagikan)," ungkapnya dalam kegiatan yang diinisiasi oleh anggota DPR RI Gandung Pardiman.
Baca juga: Cegah Antraks, Gunungkidul Vaksinasi Ternak di Tiga Kecamatan
Camat Panggang Winarno mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap jika daging sapi di Gunungkidul terpapar antraks.
"Kampanye ini bisa menguatkan informasi bahwa daging sapi di Gunungkidul bebas dari antraks dan bisa dikonsumsi," ujarnya.
Acara kampanye makan daging sapi sehat bebas antrax di aula kecamatan Panggang juga diisi dengan penyuluhan tentang antrax dan penanganannya. Ratusan orang yang hadir kemudian makan daging sapi bersama dilanjut dengan pembagian doorprize.
Fraksi Golkar DPR RI Gandung Pardiman menyampaikan sosialisasi makan daging harus digencarkan.
"Kegiatan ini memberi pesan, daging-daging ternak di Gunungkidul sangat aman dikonsumsi karena penanganan ternak yang terbebas antraks dari pemerintah kabupaten sangat profesional," ujar Gandung.
Gandung Pardiman mengatakan munculnya kasus antraks sangat berdampak pada tingkat konsumsi daging ternak sapi bagi masyarakat Gunungkidul yang terus menurun. Para penjual daging sapi sangat merasakan dampaknya sehingga penjualan sapi menurun.
Ia pun meminta pemerintah terus berusaha dan bekerja keras menghilangkan efek domino yang kini muncul. Pemerintah Gunungkidul diminta terus menggencarkan vaksinasi ke ternak-ternak milik warga dan melakukan sosialisasi bebas antraks.
"Bersama teman-teman di DPRD Gunungkidul kita juga akan memborong daging-daging sapi milik penjual di pasar Wonosari, karena penjualan daging sapi di Gunungkidul menurun drastis dan berdampak secara sistemik, ini juga jadi keprihatinan kita," pungkas Gandung.(OL-5)
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved