Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK 14 tahun silam Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kujuwongga, Desa Lidi, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, hingga kini masih melakukan kegiatan belajar mengajar di gedung darurat. Bahkan, kantor dan satu ruang kelas terpaksa meminjam rumah warga.
Menurut data Daprodik, sekolah tersebut didirikan pada 2006, memiliki total siswa sebanyak 89 orang, dari kelas 1-6. Rinciannya kelas 1 sebanyak 24 siswa, kelas 2 sebanyak 17 siswa, kelas 3 sebanyak 13 siswa, kelas 4 sebanyak 14 siswa, kelas 5 sebanyak 8 siswa dan kelas 6 sebanyak 13 siswa. Sedangkan, jumlah guru sebanyak 9 orang, terdiri dari 4 guru PNS dan 5 orang guru honor.
Untuk menjangkau sekolah tersebut, murid dan guru harus menggunakan kapal motor ke Pulau Palue dengan jarak tempuh selama 5 jam, karena SDN Kujuwongga berada di kepulauan.
"SDN Kujuwongga, sampai saat ini memiliki ruangan kelas yang berdinding pelupuh bambu dengan kondisi yang sudah mengalami kerusakan. Sedangkan lantainya beralaskan tanah," kata Fiktor Hendrik Reng Guru Kelas 4 SDN Kujuwongga kepada Media Indonesia, Jumat (10/1).
Sejak 2006 SDN Kujuwongga awalnya berada di pantai yang terletak pada zona merah gunung api Rokatenda Palue Pada saat bencana gunung api Roka Tenda, sekolah tersebut dipindakan ke Desa Lidi.
"Melalui sewadaya masyarakat mereka membeli sebidang tanah untuk dibangunkan sekolah yang jauh dari zona merah gunung api Roka Tenda. Dan letak sekolah tersebut berada depan kantor Desa Lidi," tambahnya.
Saat ini SDN Kujuwongga sudah mempunyai tiga ruangan permanen dan dua ruangan darurat dengan menggunakan pelupuh bambu.
baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Tahun 2019 Meningkat 6,4 Persen
"Ruangan kelas permanen dimanfaatkan oleh siswa kelas 1, kelas 6 dan kelas 3. Sedangkan kelas 2, kelas 4 dan kelas 5 dipindakan ke ruang kantor. Ruang kantor sekolah meminjam rumah warga," kata Fiktor yang merupakan guru hononer bergaji Rp375.00 yang diterima setiap 3 sampai 4 bulan sekali.
Fiktor Hendrik Reng juga mengatakan pihak sekolah sudah berkali-kali mengusulakan kepada pemerintah untuk perbaikan sekolah, namun sampai hari ini belum terealisasi. (OL-3)
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
SEMBILAN puluh hari setelah banjir melanda Aceh, beberapa anak kembali duduk di bawah tenda biru yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat.
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved