Selasa 24 Desember 2019, 16:18 WIB

Atasi Gizi Buruk, Anggota DPR Ini Bagikan 3 Ton Makanan Tambahan

Atalya Puspa | Nusantara
Atasi Gizi Buruk, Anggota DPR Ini Bagikan 3 Ton Makanan Tambahan

MI/M. Irfan
Anggota DPR dari fraksi PKB Nur Yasin

 

GIZI buruk menjadi salah satu momok yang ada di Indonesia. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Nur Yasin membagikan 3.998 kilogram Makanan Tambahan (MT) bagi balita dan ibu hamil di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim).

"Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi gizi buruk balita dan janin di kedua wilayah tersebut," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (24/12).

Besarnya bantuan, ungkap Nur Yasin, untuk balita sebanyak 1.999 kg dan ibu hamil sebanyak 1.999 kg.

"Alhamdulillah masih bisa membawa makanan untuk mengatasi stunting, di mana angka stunting yang masih tinggi dan bahaya," katanya.

Bendahara Umum DPP PKB itu berharap program tersebut dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan balita serta janin dalam kandungan sesuai target pemerintah dalam menekan angka stunting.

Yasin menambahkan, bonus demografi akan berdampak negatif apabila yang lahir anak-anak kurang gizi. Perlu penanganan serius dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar pada 2040 Indonesia sudah bebas stunting.

Baca juga : Bupati Sikka Evakuasi Dua Anak Penderita Gizi Buruk

Nur Yasin berharap bantuan yang dibawanya di tahun depan lebih banyak dari jumlah yang ada saat ini.

Dia juga menyinggung tentang bahaya makanan atau jajanan di sekolah lantaran masih banyak pedagang yang tidak memperdulikan makanan sehat.

"Makanan yang beredar di sekolah itu separuh mengandung makanan yang tidak layak konsumsi. Dia pakai formalin segala macam," katanya.

Untuk memecahkan masalah di daerah pemilihannya, Nur Yasin akan melakukan gerakan yang di awali dari pesantren. Jika dilakukan suatu program maka separuh atau 50% sudah mengentaskan masalah dengan jumlah pesantren yang tersebar.

"Kegiatan programnya diawali dari pondok pesantren Dukumencek, salah satu pesantren yang mendapatkan lebih perhatian dan kemudian ke pesantren lainya," katanya.

Pihaknya berharap lima tahun kedepan dari jabatanya yang di pegangnya akan menggarap programnya melalui dunia pendidikan baik formal atau non formal. (OL-7)

Baca Juga

Diskominfo Kabupaten Garut

Cegah Impor Daging, Jabar Beli Seribu Sapi Dari NTB

👤Kristiadi 🕔Kamis 28 Januari 2021, 11:46 WIB
Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi lokal, BUMD Jawa Barat PT Agro Jabar membeli 1.000 sapi dari NTB pada tahun ini untuk...
Diskominfo Kota Batu

Tensi Pejabat Naik Saat Vaksinasi di Malang dan Batu

👤Bagus Suryo 🕔Kamis 28 Januari 2021, 11:38 WIB
Pantauan vaksinasi pada Forkopimda Kota Malang dan Kota Batu, para pejabat merasakan langsung efeknya mulai badan terasa hangat, kepala...
Medcom.id

Ganjar Minta Warga Lapor Bila Ada Pasien Di-covid-kan

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 28 Januari 2021, 10:57 WIB
Menanggapi adanya dugaan rumah sakit melakukan vonis covid-19 kepada pasien yang sebetulnya tidak positif covid-19 dibenarkan Gubernur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya