Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) membantah isu yang berkembang di media sosial terkait adanya harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) yang masuk ke dalam komplek pabrik perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Manajer Komunikasi PT RAPP Budhi Firmansyah menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai keberadaan harimau Sumatra yang kedapatan berkeliaran di dalam komplek PT RAPP dan di lingkungan Komplek perumahan PT RAPP dan lokasi karyawan sedang bekerja, adalah tidak benar.
"Tim BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Riau, Security, dan tim dari environment department RAPP telah melakukan penelusuran dan penyisiran di area yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut. Namun tidak ditemukan tanda-tanda seperti jejak kaki dan tidak ada saksi yang melihat langsung seperti isu yang beredar sebelumnya," jelas Budhi di Pekanbaru, Kamis (19/12/2019).
Dia mengungkapkan, informasi itu muncul setelah ditemukannya bekas tapak kaki harimau yang melintasi jalan menuju areal instalasi water intake RAPP oleh petugas patroli secutity yang berjarak sekitar 6 kilometer dari komplek perumahan dan perkantoran perusahaan pada Minggu (15/12).
Menurutnya, penemuan jejak tapak kaki tersebut telah dilaporkan kepada BBKSDA Riau. Tim BBKSDA langsung turun ke lapangan memeriksa bekas tapak kaki yang ditemukan tersebut dan membenarkan bahwa tapak kaki tersebut merupakan tapak kaki harimau.
"Lalu tim BBKSDA bersama tim environment dan security perusahaan melakukan penyisiran dan pengamatan menggunakan drone hingga radius beberapa kilometer dari lokasi di sekitar penemuan bekas tapak kaki tersebut. Namun tidak dapat menemukan keberadaan harimau tersebut," terang Budhi.
Dia menambahkan, untuk berjaga dari hal yang tidak diinginkan, perusahaan telah memasang beberapa titik camera trap yang mampu memotret pergerakan hewan atau binatang yang melintas. Tim security juga meningkatkan patroli keamanan dan menambah personil yang melakukan patroli di sekeliling batas wilayah perusahaan yang berbatasan dengan hutan, kebun dan jalan lingkar Kota Pangkalan Kerinci.
baca juga: Aparat Tindak Tegas Pihak Sweeping Perayaan Natal
Budhi mengatakan walau sampai saat ini dari pemantauan camera trap dan patroli security tidak ditemukan harimau seperti yang diisukan di sosial media, namun manajemen tetap mengimbau karyawan dan pekerja yang bekerja tetap tenang dan waspada.
"Manajemen RAPP juga telah menyiapkan saluran telepon hotline yang dapat dihubungi jika sewaktu-waktu ada informasi terkait sehingga dapat dengan cepat merespons laporan dari karyawan atau keluarga di komplek perumahan. Hingga saat ini perusahaan tetap berkomunikasi dan berkoordinasi dengan BBKSDA Riau," tegas Budhi.(OL-3)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membenarkan kemunculan Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) di akses jalan perusahaan minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP).
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Studi terbaru menemukan populasi harimau Sumatra yang sehat di Ekosistem Leuser, Aceh. Pemantauan kamera jebak multi-tahun mengungkap 27 individu dan tiga kelompok anak harimau.
HARIMAU Sumatra liar berkeliaran di areal kebun sawit Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, sekitar empat hari terakhir.
Sebelum kejadian, harimau tersebut sudah memberikan tanda suara, namun karena dianggap sudah biasa sehingga tanda diabaikan oleh korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved