Selasa 03 Desember 2019, 13:36 WIB

Ganjar Panggil 15 Perusahaan Diduga Mencemari Bengawan Solo

Haryanto | Nusantara
Ganjar Panggil 15 Perusahaan Diduga Mencemari Bengawan Solo

MI/Haryanto
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memanggil 15 perusahaan diduga mencemari Bengawan Solo, Selasa (3/12/2019).

 

GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memanggil sejumlah perusahaan yang terindikasi melakukan pencemaran di sungai Bengawan Solo, Selasa (3/12/2019). Ganjar meminta agar perusahaan-perusahaan tersebut menghentikan aktivitas pembuangan limbah ke Sungai bengawan Solo sekarang juga.

Sebanyak 15 perusahaan besar diundang dalam acara rapat yang digelar di Gedung B Lantai V Kompleks Kantor Gubernur Jateng itu. Selain perusahaan besar, perwakilan industri sedang, pelaku UKM dan peternakan juga dihadirkan dalam rapat tersebut.

Ditemui usai rapat, Ganjar mengatakan ada sejumlah kesepakatan yang diambil untuk penanggulangan pencemaran Bengawan Solo. Di antaranya, gubernur memberi waktu selama 12 bulan kepada sejumlah perusahaan tersebut untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah.

"Selama kurun waktu itu juga, aktivitas pembuangan limbah ke sungai harus dihentikan. Jika masih melakukan pelanggaran, saya minta aparat penegak hukum untuk turun tangan," tegasnya.

Sebanyak 15 perusahaan besar dan beberapa perwakilan perusahaan menengah UKM dan peternakan lanjut Ganjar sudah sepakat dan meneken kontrak. Untuk pelaksanaannya, Ganjar mengatakan akan menerjunkan tim khusus untuk melakukan pengawasan.

"Dalam hal tidak cukup waktu, misalnya perbaikan sistem pengolahan limbah tidak cukup waktu setahun, maka harus izin khusus ke saya, nanti akan kami pantau perkembangannya. Namun kalau selama setahun tidak ada perbaikan pengelolaan limbah dan tetap membuang ke sungai, maka silahkan aparat penegak hukum bertindak," tegasnya.

Dalam rapat tersebut, peran industri besar lanjut Ganjar cukup signifikan dalam pencemaran Bengawan Solo. Sebab, mulai dari hulu Bengawan Solo sampai hilir, sejumlah industri besar berdiri di hampir semua titik lokasi yang dilewati Bengawan Solo.

"Ada banyak perusahaan besar, mulai Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Solo, Boyolali sampai Blora. Ada ratusan, belum ditambah perusahaan menengah, kecil dan peternakan," tegasnya.

Untuk perusahaan besar lanjut Ganjar, mungkin tidak akan ada persoalan terkait pengelolaan limbahnya karena memiliki keuangan cukup. Namun pada perusahaan sedang dan UKM, persoalan limbah akan menjadi persoalan.

"Industri batik, tahu, ciu itu yang cukup sulit, karena mereka industri kecil. Maka saya tawarkan untuk memberikan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Dari Kementerian LHK juga mendukung untuk memfasilitasi," tambahnya.

Sementara terkait persoalan berhentinya pengelolaan air bersih oleh PDAM Blora, Ganjar meminta pihak PDAM melakukan sejumlah aksi nyata. Selama air Bengawan Solo belum bisa dimanfaatkan, maka berbagai upaya harus dilakukan dalam pelayanan masyarakat.

baca juga: Penghimpunan Zakat masih Minim

"Saya minta PDAM Blora agar pinjam air dulu atau hutang air agar masyarakat dapat tetap mendapat pasokan air bersih," pungkasnya.

Aliran sungai Bengawan Solo mengalami pencemaran cukup serius. Pencemaran yang terjadi akibat limbah pabrik tersebut membuat air sungai hitam. Sejumlah ikan mati dan tidak dapat dikonsumsi. Padahal, banyak masyarakat yang menggantungkan air bersih dari aliran sungai itu.(OL-3)

 

Baca Juga

dok.pribadi

Masalah Internet Bisa Bikin PON di Papua Ambyar

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Jumat 07 Mei 2021, 20:51 WIB
AKSES internet di Papua, terutama di dua kota utama yaitu Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura serta beberapa daerah sekitarnya sampai saat...
Antara

Pelaku Usaha Wisata di Bandung Barat Sekarat

👤Depi Gunawan 🕔Jumat 07 Mei 2021, 20:39 WIB
PEMILIK usaha pariwisata dimohon agar kegiatan kunjungan wisata ditutup sementara mulai tanggal 7-14 Mei 2021. Permohonan Pemkab Bandung...
MI/Arnoldus Dhae

Pemilu 2024, NasDem Targetkan Raih Empat Kursi DPR dari NTT

👤Palce Amalo 🕔Jumat 07 Mei 2021, 19:11 WIB
PARTAI NasDem membidik empat kursi DPR RI dari daerah pemilihan 1 dan 2 Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pemilu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya