Selasa 03 Desember 2019, 13:08 WIB

Penghimpunan Zakat masih Minim

Bayu Anggoro | Nusantara
Penghimpunan Zakat masih Minim

Antara
Sejumlah mustahik (warga penerima zakat) menunggu giliran pembagian beras zakat. Potensi zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

 

PENGHIMPUNAN zakat melalui lembaga resmi di Jawa Barat masih sangat minim jika dibandingkan dengan potensi yang ada. Sejak awal tahun hingga November ini, realisasinya baru Rp750 miliar. Kepala Baznas Jawa Barat Arif Ramdhani mengatakan, capaian zakat di wilayahnya masih di bawah 1% dari potensi yang ada. Padahal, dengan
jumlah penduduk yang besar, menurut dia potensinya bisa mencapai Rp26,8 triliun.

"Masih 0, sekian persen," kata Arif, di Bandung, Selasa (3/12/2019).

Dia mengimbau warga mampu agar menyalurkan zakat kepada lembaga resmi agar pembagiannya merata dan tepat sasaran. Terlebih zakat mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat khususnya yang tidak mampu agar berdaya dan mandiri. Selain untuk menggerakkan sektor ekonomi, zakat yang dikelola Baznas akan disalurkan untuk kegiatan pendidikan.

Sebagai contoh, pihaknya akan menyalurkan 10 ribu Alquran ke pelosok Jawa Barat.

"Apabila dibaca oleh saudara kita yang santri, atau anak-anak kita yang ikut program Maghrib Mengaji, maka amalnya akan mengalir ke kita sampai meninggal dunia," terang Arif.

Cara ini menurutnya dipilih karena masih banyak masjid di pelosok Jawa Barat yang tidak memiliki Al Quran yang layak.

"Banyak masjid, surau-surau di pelosok yang Quran-nya sudah lusuh," katanya.

Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Provinsi Jawa Barat, Ida Wahida Hidayati menambahkan zakat memiliki peran yang strategis baik dari sisi keagamaan, pendidikan, hingga ekonomi. Meski hal ini telah dinyatakan langsung dalam Al Quran, dia mengakui belum terhimpun optimal.

"Maka perlu kita buat jejaring penghimpunan zakat sampai ke tingkat terbawah di masyarakat," terang Ida Wahida.

Selain itu, menurut dia perlu inovasi lain agar penghimpunannya maksimal.

"Agar memudahkan muzakki dalam berzakat," katanya.

Saat ini, menurut dia Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah  mengembangkan penghimpunan zakat secara digital. Selain untuk memanfaatkan teknologi, ini dipilih agar  penghimpunan zakat mampu menyentuh semua kalangan terutama milenial.

"Semoga setiap tahunnya bisa terus meningkat," harapnya.

Bupati Bandung Dadang Naser menilai zakat sebagai sumber kekuatan ekonomi umat yang harus dikelola dengan baik.

"Indonesia mayoritas Islam. Ini sebagai kekuatan kesejahteraan umat," katanya.

Jika dikelola dengan baik, dia meyakini umat akan sejahtera karena akan menghapus kemiskinan.

"Maka umat Islam akan berjaya. Tak ada lagi kemelaratan, kebodohan. Bisa menjamin jenjang sekolah warga yang lebih tinggi," kata Dadang Nazer.

baca juga: Ekspor Lada di Bangka Belitung Jangan Dibatasi

Lebih lanjut, dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat mampu mengelola CSR dengan baik demi kesejahteraan masyarakat. Selama ini, menurutnya dana sosial tersebut hanya dibagikan begitu saja.

"Dana CSR bjb saja berpuluh-puluh miliar. Jangan hanya nampung, dibagikan, nampung, dibagikan. Itu akan habis," katanya.

Dia berharap penggunaan dana tersebut dialokasikan untuk membangun pusat perekonomian rakyat. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More