Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM tanam di banyak daerah mundur. Sejumlah kepala dinas pertanian berharap kondisi itu tidak akan memengaruhi ketahanan pangan.
"Perkiraan kami semula, musim tanam bisa dilakukan mulai November. Namun, kami harus realistis, karena hujan belum merata, sehingga musim tanam kemungkinan akan mundur hingga pertengahan Desember, bahkan awal Januari 2020," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Abu Mansur, kemarin.
Namun, dari pantauan harga di pasar-pasar tradisional, kemunduran itu belum memengaruhi keta-hanan pangan. "Indika-sinya, harga beras di pasar tradisional masih normal, tidak ada lonjakan yang drastis. Ini pertanda bahwa stok beras di pasar dan di petani masih mencukupi."
Sebaliknya di Bangka Belitung, Kepala Dinas Pertanian Juaidi sudah menyerah. Pasalnya, dari kebutuhan beras mencapai 135 ribu ton per tahun, petani di wilayah ini hanya mampu memproduksi 23% dari kebutuhan. Sisanya harus dipasok dari provinsi lain.
"Sawah di daerah kami kebanyakan tadah hujan. Musim tanam ini yang seharusnya Oktober-September, harus mundur ke Desember," tambah Juaidi.
Di Kabupaten Cirebon, dari target tanam seluas 1.600 hektare pada akhir November, realisasi lahan ditanami baru mencapai 300 hektare. Penyebabnya ketersediaan air belum memadai.
Kepala Dinas Pertanian Ali Efendi mengakui pasokan air dari Bendung Rentang di Kabupaten Majalengka belum banyak. Kondisi itu terjadi karena Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang, yang menjadi hulu bendung itu masih mengalami kekeringan.
Kesulitan yang sama juga dialami para petani yang bergantung pada Dam Colo Timur. "Waduk Gajah Mungkur yang menjadi sumber air untuk Dam Colo masih minim air," kata Koordinator Paguyuban Petani Pengguna Air Dam Colo Timur. Sarjanto Jigong.
Supaya tidak mengganggu ketahanan pangan, Dinas Pertanian Sukoharjo meminta petani tetap mempertahankan tanaman palawija, terutama di sawah tadah hujan.
Di Indonesia bagian timur, hujan juga belum datang. "Ini jadi pelajaran. Ke depan, untuk menjaga keta-hanan pangan, kami sudah memprogramkan membangun tiga bendungan," ungkap Kepala Dinas PUPR Flores Timur, NTT, Dominikus Demong. (AD/RF/UL/WJ/FB/YH/YK/N-2)
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
PEMERINTAH Kabupaten Pati secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektare kepada Perum Bulog.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved