Selasa 03 Desember 2019, 05:40 WIB

Petani masih Berharap Air segera Datang

(AD/RF/UL/WJ/FB/YH/YK/N-2) | Nusantara
Petani masih Berharap Air segera Datang

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/aww.
Petani memeriksa selang pompa air di lahan sawah tadah hujan di Kampung Cideuras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019).

 

MUSIM tanam di banyak daerah mundur. Sejumlah kepala dinas pertanian berharap kondisi itu tidak akan memengaruhi ketahanan pangan.

"Perkiraan kami semula, musim tanam bisa dilakukan mulai November. Namun, kami harus realistis, karena hujan belum merata, sehingga musim tanam kemungkinan akan mundur hingga pertengahan Desember, bahkan awal Januari 2020," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Abu Mansur, kemarin.

Namun, dari pantauan harga di pasar-pasar tradisional, kemunduran itu belum memengaruhi keta-hanan pangan. "Indika-sinya, harga beras di pasar tradisional masih normal, tidak ada lonjakan yang drastis. Ini pertanda bahwa stok beras di pasar dan di petani masih mencukupi."

Sebaliknya di Bangka Belitung, Kepala Dinas Pertanian Juaidi sudah menyerah. Pasalnya, dari kebutuhan beras mencapai 135 ribu ton per tahun, petani di wilayah ini hanya mampu memproduksi 23% dari kebutuhan. Sisanya harus dipasok dari provinsi lain.

"Sawah di daerah kami kebanyakan tadah hujan. Musim tanam ini yang seharusnya Oktober-September, harus mundur ke Desember," tambah Juaidi.

Di Kabupaten Cirebon, dari target tanam seluas 1.600 hektare pada akhir November, realisasi lahan ditanami baru mencapai 300 hektare. Penyebabnya ketersediaan air belum memadai.

Kepala Dinas Pertanian Ali Efendi mengakui pasokan air dari Bendung Rentang di Kabupaten Majalengka belum banyak. Kondisi itu terjadi karena Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang, yang menjadi hulu bendung itu masih mengalami kekeringan.

Kesulitan yang sama juga dialami para petani yang bergantung pada Dam Colo Timur. "Waduk Gajah Mungkur yang menjadi sumber air untuk Dam Colo masih minim air," kata Koordinator Paguyuban Petani Pengguna Air Dam Colo Timur. Sarjanto Jigong.

Supaya tidak mengganggu ketahanan pangan, Dinas Pertanian Sukoharjo meminta petani tetap mempertahankan tanaman palawija, terutama di sawah tadah hujan.

Di Indonesia bagian timur, hujan juga belum datang. "Ini jadi pelajaran. Ke depan, untuk menjaga keta-hanan pangan, kami sudah memprogramkan membangun tiga bendungan," ungkap Kepala Dinas PUPR Flores Timur, NTT, Dominikus Demong. (AD/RF/UL/WJ/FB/YH/YK/N-2)

Baca Juga

MI/Ignas Kunda

Terungkap Kasus Positif Covid, DPRD Nagekeo Jalani Swab Antigen

👤Ignas Kunda 🕔Rabu 27 Januari 2021, 12:51 WIB
"Pemeriksaan mandiri kami lakukan untuk memastikan kesehatan masing-masing, terutama karena dalam menjalankan tugas, kami bertemu...
Dok MI

Empat Daerah di Riau Telah Tetapkan Calon Terpilih

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 27 Januari 2021, 12:49 WIB
Sebanyak empat daerah dari 9 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2020 di Riau telah menetapkan calon terpilih.  Sedangkan 5...
MI/Andri Widiyanto

44 Orang Dilatih Menjadi Petugas Pemusalaran Jenazah

👤Nurul Hidayah 🕔Rabu 27 Januari 2021, 12:36 WIB
Satgas Penanganan covid-19 Kota Cirebon bentuk tim pemulasaran jenazah. Bekerja sama dengan At Taqwa Center, sebanyak 44 orang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya