Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEKERJA subkontraktor kebun hutan tanaman industri (HTI) PT Riau Indo Agropalma (RIA), Wahyu Kurniadi, 19, tewas diterkam harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) di Petak 0213 sekunder 41a PT RIA, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Kematian pekerja perusahaan HTI ini menambah daftar panjang korban diterkam harimau di wilayah Pelangiran. Sebelumnya pada 2018, masyarakat sekitar dihebohkan dengan dua korban tewas akibat konflik harimau Bonita di sekitar kawasan yang berdekatan dengan lanskap Suaka Margasatwa Kerumutan tersebut.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, Sabtu (26/10), membenarkan peristiwa konflik harimau dengan manusia tersebut. Korban diketahui diserang harimau saat sedang bekerja di konsesi kebun PT RIA.
"Sudah terkonfirmasi dan kami sudah mengirimkan tim ke lokasi. Kemungkinan opsi untuk evakuasi harimau tidak dilakukan karena wilayah lanskap Kerumutan itu memang merupakan salah satu kantong habitat harimau Sumatra di Riau," jelas Suharyono di Pekanbaru, Sabtu.
Adapun kronologi kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (24/10), ketika korban bersama empat rekannya yaitu Dedi Surya, Lukman, Andi, dan Indra pergi bekerja untuk melakukan perawatan tanaman akasia di lahan konsesi milik PT RIA di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.
Baca juga: Tanggap Darurat Karhutla Sumsel Diperpanjang Hingga 10 November
Selanjutnya sekitar pukul 15.00 WIB, ketika korban dan rekan-rekannya sedang bekerja, tiba-tiba korban diserang oleh harimau sumatra dari arah belakang.
"Korban berteriak meminta pertolongan, mendengar teriakan korban, rekan-rekan korban langsung berlari ke arah korban untuk memberikan
pertolongan dan berupaya untuk mengusir harimau sumatra yang menyerang korban," jelas Suharyono.
Kemudian, lanjutnya, setelah harimau sumatra tersebut berhasil diusir, rekan-rekan korban langsung memberikan pertolongan. Korban diketahui mengalami luka serius di bagian tengkuk belakang akibat diterkam oleh harimau sumatra.
Selanjutnya korban dibawa ke kamp oleh rekan-rekan korban. Sesampainya di camp, korban diduga sudah meninggal dunia. Sekitar pukul 21.00 WIB, jenazah korban korban dilakukan pemeriksaan medis oleh UPT Puskesmas Pelangiran.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Tembilahan, Indragiri Hilir dan rencananya diantarkan pulang ke rumah keluarganya di Dusun Suka Mulya 2, Desa Tenggulun, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, atas permintaan keluarga korban.
"Karena korban bukan warga setempat, kami akan meminta keterangan dari perusahaan terkait apakah lokasinya masih berdekatan dengan lokasi kejadian sebelumnya. Sebab lanskap Kerumutan memang merupakan kantong harimau Sumatra di Riau. Setelah itu akan dilakukan analisa-analisa lebih lanjut untuk tindakan," jelas Suharyono. (OL-1)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membenarkan kemunculan Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) di akses jalan perusahaan minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP).
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Studi terbaru menemukan populasi harimau Sumatra yang sehat di Ekosistem Leuser, Aceh. Pemantauan kamera jebak multi-tahun mengungkap 27 individu dan tiga kelompok anak harimau.
HARIMAU Sumatra liar berkeliaran di areal kebun sawit Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, sekitar empat hari terakhir.
Sebelum kejadian, harimau tersebut sudah memberikan tanda suara, namun karena dianggap sudah biasa sehingga tanda diabaikan oleh korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved