Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Pidie meraih juara umum prestasi dan inovasi pendidikan terbaik tingkat Provinsi Aceh tahun 2019. Keberhasilan itu ditetapkan melalui proses evaluasi oleh tim penilai tingkat Provinsi Aceh.
Tim melihat dan membandingkan sistem pendidikan di 23 kabupaten/kota di Aceh. Setelah itu, baru diumumkan pemenang. Perolehan juara tersebut dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-60 tahun 2019.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Idhami, mengatakan, perolehan juara umum itu berkat prestasi mereka atas beberapa kategori dalam sistem pendidikan di Pidie. Di antaranya adalah sekolah memiliki satuan pendidikan yang berprestasi dan inovatif.
Ini dimenangi SMP swasta YPPU (Yayasan Pembinaan Ummat) untuk tingkat menengah. Sedangkan tingkat sekolah dasar dimenangi oleh SD Negeri 5 Sigli. Kemudian kategori Komite Sekolah berprestasi diraih oleh SMP Negeri 1 Mutiara, Kecamatan Mutiara.
"Ada juga juara tiga lomba vokal solo yang berhasil diraih oleh M Fuji, siswa SMP YPPU Sigli," tutur Idhami kepada Media Indonesia.
Baca juga: Wabup Pidie Setuju Gedung PCC Jadi Kantor Bupati
Idhami mengaku tidak menduga Pidie akan memperoleh juara umum prestasi pendidikan dan inovatif. Pasalnya, ada 23 kabupaten/kota di Aceh yang menjadi saingan. Tapi karena ketekunan dan kerajinan siswa hingga keseriusan semua pihak, sehingga berhasil mendapatkan yang terbaik.
"Terima kasih atas keseriusan dan dukungan semua pihak," imbuh Idhami.
Adapun Bupati Pidie Roni Ahmad mengharapkan prestasi tersebut menjadi batu loncatan untuk kemajuan pendidikan yang lebih bagus dan berkualitas. Tidak boleh terlena dengan hal-hal yang kurang bermanfaat.
"Ini perlu dipertahankan, semoga kemajuan pendidikan generasi ke depan lebih baik lagi" kata Bupati yang pernah mengecap pendidikan militer di Libya.(OL-5)
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Data sementara posko darurat Aceh mencatat 56.652 hektare sawah di 18 kabupaten dan kota rusak akibat banjir bandang dan longsor akhir November 2025.
Proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved