Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Potensi SAR di NTT Dilatih Teknik Penyelamatan Permukaan Air

Alexander P Taum
23/9/2019 17:04
Potensi SAR di NTT Dilatih Teknik Penyelamatan Permukaan Air
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere I Putu Sudayana(MI/Alexander P Taum)

TINGGINYA tingkat kerawanan terhadap musibah kecelakaan maupun ancaman bencana alam di wilayah pulau Flores dan Lembata, Nusa Tenggara Timur, mendorong Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere menggelar pelatihan pencarian dan penyelamatan di permukaan air atau water rescue.

Pelatihan kepada Potensi SAR tentang penyelamatan dan pertolongan di permukaan permukaan air itu dilaksanakan Senin (23/9) sampai Sabtu  (28/9). Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekda Kabupaten Flores Timur sekaligus Kalak BPBD Kabupaten Flotim Paulus Igo Geroda di Aula Rumah Khalawat St. Maria Weri dan pantai Asam Satu Beach. Pelatihan selama seminggu itu memberikan teori dan praktik.

Direktur Bina Potensi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Marsekal Pertama TNI F Indrajaya mengatakan wilayah Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap musibah kecelakaan, maupun kondisi yang membahayakan manusia. Kecelakaan menyangkut moda transportasi, baik darat, laut maupun udara.

Bencana seperti gempa bumi, tsunami, gunung Meletus, banjir bandang, puting beliung, tanah longsor dan sebagainya, sedangkan kondisi yang membahayakan manusia di antaranya hanyut atau tenggelam di sungai atau laut, hilang atau tersesat di gunung/hutan dan terjebak di reruntuhan bangunan.

"Kondisi ini membahayakan keselamatan manusia, sehingga perlu mendapatkan pertolongan dan penyelamatan yang profesional. Pelatihan kepada seluruh potensi SAR yang sering diajak untuk melaksanakan operasi SAR di laut seperti petugas bandara Gewantana (2), BPBD Flotim (2), Kodim 1624 (2), KSOP Flotim (2), Pol Air Flotim (2), TNI AL (2), Tagana Flotim, Tim Reaksi Cepat, wartawan, Dinas Perikanan, Dinas pariwisata, Pramuka, RSUD Flotim, Satpol PP Flotim," ujar Indrajaya.

Baca juga: SAR Timika Cari Pesawat Twin Otter Tujuan Ilaga Papua

Ia menyebutkan, tujuan pelatihan kepada potensi SAR adalah meningkatkan sinergitas dan solidaritas agar memahami dan mengerti prosedur operasi SAR, serta mengetahui langkah-langkah yang akan dilakukan.

Indrajaya juga menyebutkan, para peserta pelatihan dibekali materi yang sudah sesuai UU nomor 29 tahun 2014, tentang pencarian dan pertolongan, serta Peraturan Presiden nomor 21 tahun 21 tahun 2017, tentang pembinan potensi pencarian dan pertolongan.

"Kantor Pertolongan dan Pencarian Kelas B Maumere, melaksanakan pelatihan teknis khusus bagi potensi SAR baik orang, instansi ataupun organisasi. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang pertolongan air sehingga potensi pencarian dan pertolongan dapat membantu Badan Nasional SAR, secara cepat, tepat, aman, terpadu dan terkoordinasi," terangnya.

Peserta dibekali pelatihan dan pengetahuan tentang medical first responder, akses dan pertolongan air, serta bagaimana membawa korban yang sadar maupun tidak sadar di permukaan air. Materi pelatihan sesuai Peraturan Badan Nasional SAR nomor 4 tahun 2018 tentang standar kompetensi teknis potensi pencarian dan pertolongan.

Indra berharap, melalui pelatihan Teknik pertolongan diatas permukaan air, bagi potensi SAR, dapat mengahsilkan semangat kemanusiaan, kesatuan pola pikir dan pola tindak yang sama untuk memberikan pelayanan jasa di bidang SAR seoptimal mungkin.(OL-5).

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya