Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak perempuan tangguh di Indonesia yang berperan dalam sektor kemaritiman. Peran wanita di bidang kelautan, kepelabuhan, dan industri maritim lain tidak boleh dianggap remeh.
Demikian penegasan lima perempuan tangguh yang menjadi tokoh nasional sektor maritim di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam perayaan Women in Maritime (Wima) Indonesia di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (19/9).
Ketua Umum Wima Indonesia Nirmala Chandra Motik mengatakan perempuan berkontribusi memajukan industri maritim dan keselamatan pelayaran. Dia menekankan tidak sedikit perempuan Indonesia yang memiliki peran besar di dunia maritim.
"Saya, misalnya, menjalani pekerjaan terkait hukum maritim. Ternyata dunia ini sangat menarik. Bahkan sedikit laki-laki yang menggeluti hukum maritim. Memang banyak tantangan, tapi semua itu bisa dilewati," kisah Nirmala.
Turut hadir pula Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, Dothy. Perempuan itu memimpin operasional terminal pelabuhan canggih, ramah lingkungan, dan bertaraf internasional di Surabaya, Jawa Timur. Mendengar terminal peti kemas, mayoritas masyarakat mengasosiasikan hal tersebut dengan kaum laki-laki.
"Dengan bantuan teknologi, apapun bisa dilakukan perempuan. Bahkan, perempuan di ruang kontrol mampu mengendalikan 4-5 alat berat peti kemas sekaligus," papar Dothy.
Tidak kalah tangguh, Kapten Kartini, nakhoda pertama di Indonesia, kini menjadi Wakil Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Dia pernah membawa kapal besar dengan rute Jerman-Indonesia pada era Presiden Soeharto.
Di lain sisi, Ni Putu Cahyani sebagai nakhoda kapal Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Mengisahkan upaya penyelamatan terhadap kapal yang dibajak di tengah laut. Dia pernah pula membawa kapal yang ditumpangi Presiden Joko Widodo. Dia turut berpartisipasi dalam proses pencarian korban pesawat Lion Air, yang jatuh di perairan Karawang pada Oktober 2018.
Ada lagi Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartato, yang memaparkan kesehariannya sebagai pemimpin di sektor dengan dominasi kaum laki-laki. Perempuan itu juga pernah memimpin forum terkait di tingkat ASEAN. (Tes/S-3)
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional, ExxonMobil menghadirkan layanan cepat Mobil Diesel.
Pendekatan pertahanan berlapis, mulai dari deteksi jauh hingga respons cepat dan pengamanan inti, muncul sebagai fondasi penting dalam memperkuat postur pertahanan maritim.
Pertamina Marine Solutions (PMSol), anak perusahaan dari Pertamina International Shipping (PIS), resmi berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam ADIPEC 2025.
rabowo juga menyoroti pentingnya suara kolektif ASEAN untuk menegakkan prinsip hukum laut internasional.
rabowo juga menyoroti pentingnya suara kolektif ASEAN untuk menegakkan prinsip hukum laut internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved