Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, kehilangan produksi padi sebanyak 15.396 ton gabah kering giling (GKG) akibat dampak kekeringan. Dengan merosotnya produksi gabah kering akibat kemarau tersebut, diestimasi nilai kerugian mencapai sekitar Rp79,3 miliar.
"Hingga saat ini luasan lahan yang mengalami puso sekitar 1.283 hektare. Dari luasan lahan puso itu, produksinya mencapai 15.396 ton GKG dengan
rata-rata 6 ton per hektare," kata Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, kepada Media Indonesia, Kamis (5/9).
Dandan mengatakan jika asumsi harga gabah kering giling sebesar Rp5.150 per kilogram berdasarkan harga pembelian pemerintah, penghitungan nilai
kerugian akibat kekeringan terhadap lahan pertanian sawah mencapai sekitar Rp79,3 miliar.
Estimasi nilai kerugian itu diperoleh dari penghitungan tingkat produksi sebanyak 15.396 ton GKG berdasarkan harga pokok penjualan (HPP).
"Sesuai prediksi, mudah-mudahan September ini sudah mulai masuk hujan. Kurun sepekan atau dua pekan terakhir, berdasarkan catatan kami sudah turun dua kali hujan," terang dia.
Selain yang mengalami puso, tutur Dandan, terdapat juga lahan yang mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan seluas 2.718 hektare.
Rinciannya terdiri dari kekeringan ringan seluas 931 hektare, kekeringan sedang seluas 947 hektare, kekeringan berat 840 hektare.
"Jadi, kalau diakumulasi lahan sawah yang sudah terdampak kekeringan terdiri dari rusak ringan, sedang, berat, dan puso di Kabupaten Cianjur
berdasarkan hasil pendataan dan laporan mencapai 4.001 hektare," ujar Dandan.
Selain berdampak terhadap lahan yang sudah mengalami kekeringan kemarau tahun ini juga hingga sekarang mengancam lahan sawah seluas 1.293 hektare.
Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura setempat pun merancang berbagai program penanggulangan jangka pendek, menengah, dan pajang.
"Penanganan yang kami mencoba lakukan dengan upaya bersifat jangka pendek. Jadi, lahan-lahan yang masih bisa diselamatkan, terutama yang kekeringan ringan, sedang, dan berat, kita turunkan statusnya. Misalnya dari berat ke sedang, sedang ke ringan, ringan jadi terancam, dan yang terancam jadi tidak terancam," tutur Dandan.
Caranya dilakukan dengan memaksimalkan alat mesin pompa air yang sudah disalurkan kepada petani melalui kelompok-kelompok tani. Hanya saja,
pompa-pompa air tersebut harus sinergis dengan ketersediaan pasokan air di sumber-sumber air.
"Sehingga nanti petani bisa lebih cepat memproses pemeliharaan tanaman. Kami juga menambah jumlah unit pompa. Kami turunkan semua unit pompa air yang ada di Brigade Kabupaten dan Brigade Kecamatan," jelas dia.
Untuk penanganan jangka panjang, Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura (DP3H) Kabupaten Cianjur juga mempercepat pembangunan fasilitas fisik. Misalnya pembangunan embung, dam parit (channel reservoir), serta long storage (bangunan penahan air yang
berfungsi menyimpan air di dalam sungai, kanal dan atau parit pada lahan yang relatif datar).
"Ini bangunan-bangunan fisik itu sifatnya sedikit jangka panjang," tandas Dandan. (BB/BK/OL-09)
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
Pelaku kejahatan kategori ini biasanya merupakan kaum profesional yang memiliki akses eksklusif ke sistem keuangan dan informasi penting.
KPK menetapkan tiga korporasi sebagai tersangka baru dalam kasus gratifikasi eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari dan menyita ratusan aset.
KPK memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan gratifikasi korporasi di Kutai Kartanegara yang menjerat Rita Widyasari dan menyita 104 kendaraan.
Polisi Prancis selidiki hubungan mantan Menteri Jack Lang dengan Jeffrey Epstein. Geledah kantor IMA terkait dugaan pencucian uang dan perusahaan offshore.
PPATK menyampaikan 994 Hasil Analisis, 17 Hasil Pemeriksaan, serta 529 Informasi kepada penyidik dan kementerian/lembaga terkait.
BMKG peringatkan fenomena Godzilla El Nino picu kemarau ekstrem di Jambi mulai Mei 2026. Waspada kekeringan dan karhutla di lahan gambut akibat curah hujan rendah.
PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga dalam menghadapi potensi musim kemarau tahun ini, seiring prediksi kemungkinan munculnya fenomena El Nino.
BMKG memprediksi, sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun ini akan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih panjang dari biasanya. Kondisi itu membuat potensi karhutla meningkat.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, dengan durasi yang disebut lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis di Palembang, Senin, mengatakan sejumlah wilayah di Sumsel berpotensi mengalami kemarau lebih awal dibandingkan daerah lainnya.
MEMASUKI musim kemarau, suhu udara yang panas membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan agar aktivitas di rumah tetap nyaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved