Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

8 Kecamatan di Pesisir Selatan Rawan Longsor

Yose Hendra
01/9/2019 19:30
8 Kecamatan di Pesisir Selatan Rawan Longsor
Daerah rawan longsor(ANTARA)

SEBANYAK 8 dari 15 kecamatan di Pesisir Selatan rawan longsor. Otoritas setempat mengingatkan tidak menentunya kondisi cuaca sebagaimana terlihat sejak beberapa hari terakhir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), harus disikapi dengan kewaspadaan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel Herman Budiarto mengatakan upaya itu bertujuan agar ancaman bencana sebagaimana dikhawatirkan, tidak menimbulkan dampak korban bagi masyarakat.

"Imbauan itu disampaikan, sebab warga yang tinggal atau berdomisili di sekitar kawasan rawan longsor, mencapai 20% dari total jumlah penduduk sebanyak 565 ribu jiwa di daerah itu," jelas Herman, Minggu (1/9).

Pessel yang secara tofografi memanjang dari utara hingga selatan dengan garis pantai mencapai 234,5 kilometer itu memiliki banyak sungai dan bukit.

"Agar ancaman bencana banjir dan longsor sebagaimana ditakutkan atau dikhawatirkan itu tidak menimbulkan dampak korban jiwa. Maka kepada masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaanya. Sebab kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini, bisa saja ancaman itu terjadi," tuturnya.

Baca juga: Tim Ekspedisi Destana Tsunami Jelajahi 512 Desa Pesisir Selatan

Herman menambahkan dari 15 kecamatan yang ada, ancaman bencana longsor paling tinggi terdapat di Kecamatan Bayang Utara (Bayu). Sebab di di kecamatan itu, bisa dikatakan 85% penduduknya tinggal di lerang perbukitan dengan kemiringan di atas 45 derajat.

"Disusul kecamatan Koto XI Tarusan, IV Jurai, Batang kapas, Lengayang, Ranahpesisir, Ranah IV Hulu dan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan," tambahnya.

Dikatakanya, pada delapan kecamatan itu, bencana longsor akibat hujan deras selalu terjadi setiap tahun.

"Karena tingginya ancaman, warga yang permukimanya persis berada di lereng perbukitan dengan kemiringan di atas 45 derajat, diminta untuk meninggalkan rumah jika hujan deras terjadi," ucapnya.

Dia menambahkan imbauan dan ketegasan itu tidak saja disampaikan secara lisan, tapi juga secara tertulis kepada para walinagari melalui masing-masing camat. Selain bencana longsor, ancaman bencana banjir juga sangat tinggi mengancam keselamatan jiwa warga di daerah itu.

Sebab, daerah yang berhulu sungai di kawasan Bukit Barisan (BB) itu rata-rata memiliki arus sungai yang deras akibat tingginya tingkat kemiringan.

"Tingginya kemiringan sungai otomatis membuat arusnya menjadi deras. Kondisi ini menjadi penyebab banjir bandang bisa muncul secara tiba-tiba. Makanya ini perlu diwaspadai," tukasnya.

Beranjak dari kondisi dan ancaman itu, Ia mengimbau kepada warga di lereng bukit dan di dekat pinggir sungai supaya waspada.

"Terutama sekali bila hujan deras berlangsung cukup lama atau lebih dari empat jam," pungkasnya.(OL-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya