Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kemen PPPA Kunjungi kelompok Difabel, Perempuan, dan Anak di NTT

Alexander P Taum
28/8/2019 13:30
Kemen PPPA Kunjungi kelompok Difabel, Perempuan, dan Anak di NTT
Kunjungan Sekretaris Kemen PPPA Pribudiarta Nur Sitepu dan anggota DPR Muhammad Ali Taher ke NTT(Bagian Publikasi dan Media Kantor Kemen PPPA)

SEKRETARIS Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu bersama Ketua Komisi VIII  DPR RI Muhammad Ali Taher melakukan kunjungan di Desa Lamakera, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT),  Rabu (28/8). Keduanya didampingi oleh Sekretaris Desa Kabupaten Flores Timur Paulus Igo Geroda,

Kunjungan itu bertujuan mendorong Flores Timur menjadi Proyek Percontohan Kabupaten Layak Anak dan Kabupaten Ramah Perempuan.

"Kunjungan kami mewakili Kemen PPPA bersama Ketua Komisi VIII DPR RI di sini bertujuan menjadikan Flores Timur sebagai Wilayah Proyek  Percontohan Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Ramah Perempuan, sekaligus menekan kasus Perdagangan Orang (Humas Trafficking). Serta memastikan tumbuh kembang anak-anak di Lamakera sudah terlindungi dengan baik," ungkap Pribudiarta.

Ali Taher menerangkan Flores Timur merupakan kabupaten yang kaya peradaban, adat, budaya, dan religiusitas tempat masyarakat dengan berbagai agama bisa hidup bersaudara saling berdampingan. Namun, Flores Timur juga banyak memiliki persoalan sosial yang harus diselesaikan.

Baca juga: DPRD MInta KPK Periksa Penggunaan Dana Darurat di BPBD Nagekeo

"Saya merupakan putra Flores Timur yang akan selalu berbakti bagi kampung halaman tercinta ini. Saya akan terus berupaya menggandeng Kementerian/Lembaga untuk memajukan Flores Timur, di antaranya Kemen PPPA dan Kementerian Sosial. Kami akan menerapkan program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), seperti usaha ekonomi produktif, memberikan perhatian khusus pada anak maupun kaum disabilitas, membangun sarana pra sarana seperti panti asuhan untuk memberi perhatian kepada anak-anak dan fakir miskin khususnya di Flores Timur," tegas Ali Taher.

Ali menambahkan ia akan melakukan intervensi program yang  mengadopsi kebijakan Pemerintah Brasil yaitu Bolsa Familia (keranjang  keluarga) yang menghasilkan satu kartu untuk tiga manfaat sekaligus, meliputi kesehatan, pendidikan dan sosial bagi masyarakat di Flores Timur.

"Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 menunjukan 30,5% atau 79,6 juta jiwa penduduk Indonesia adalah anak-anak. Di sisi lain, anak merupakan kelompok rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan baik fisik maupun psikis di lingkungannya, yang tentu dapat memengaruhi proses tumbuh kembangnya. Padahal masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak kita," terang Pribudiarta dalam sambutannya pada acara Pentas  Ceria Anak-Anak Lamakera: Membentuk Anak Indonesia yang Unggul.

Untuk itu, Negara melalui Kemen PPPA menghadirkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang bertujuan untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh, berkembang dan berpartisipasi dalam proses pembangun bangsa. Serta terlindungi dari berbagai diskriminasi dan kekerasan.

"Saya harap acara Sosialisasi Undang-Undang tentang Perlindungan Anak  melalui Panggung Ceria ini, dapat menggugah dan meningkatkan kepedulian setiap individu, baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa, serta pemerintah pusat dan daerah akan pentingnya peran, tugas dan kewajiban masing-masing dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak khususnya di Flores Timur," tutur Pribudiarta.

Pribudiarta juga berpesan kepada anak-anak di Lamakera untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat meraih prestasi, rajin beribadah, dan hormat pada orangtua dan guru.

"Anak-anakku, kejarlah cita-cita kalian setinggi-tingginya karena anak Lamakera harus unggul di bidangnya masing-masing. Selain itu, kembangkan kreatifitas positif pada diri kalian dengan memanfaakan waktu luang dan kegiatan budaya. Bermainlah dengan senang dan bergembira bersama kawan-kawan," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli, pada pada acara penyambutan di Bandara Gewayan Tana, Senin (26/8) sore di hadapan Ali Taher dan Pribudiarta menyampaikan ucapan terima kasih kepada komisi Vlll DPR RI yang sudah tulus membantu kaum difabel di Kabupaten Flores Timur

Terkait pembagunan rumah panti asuhan bagi anak-anak difabel di Flores Timur, Wabup Agus Boli berjanji menyiapkan tanahnya dan berharap agar bisa terealisasi dengan baik. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya