Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ALUMNI Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1973, Fortuga memamerkan buku sejarah terpanjang di Rumah Budaya Kratonan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (27/8). Buku berjudul Jejak Sejarah Indonesia berukuran 29 cm x 45 cm itu memiliki 74 halaman dalam format lipatan yang jika dibentangkan memiliki panjang 11,73 meter. Berkat ukuran yang tidak lazim itu, MURI mencatatnya sebagai buku sejarah terpanjang. Buku sejarah tersebut menghimpun jejak sejarah Indonesia dan dunia dalam bentuk lini waktu. Mulai sejak dunia terbentuk atau dikenal dengan istilah bigbang hingga 2017.
"Proses penyusunannya memakan waktu hampir satu tahun," kata Ketua Tim Penyusun Jejak Sejarah Indonesia, Sapta Putra Yadi.
Ide menyusun buku yang memiliki bobot 3 kilogram itu berangkat dari pengalaman belajar masa lalu para anggota Fortuga. Mereka merasakan susahnya belajar sejarah karena masih tercecer di sana-sini. Kehadiran buku ini diharapkan membantu memudahkan generasi muda terutama untuk mempelajari sejarah bangsa dan juga sejarah dunia. Melalui buku itu pembaca akan mengetahui, ketika terjadi sesuatu di Indonesia pada waktu bersamaan sedang terjadi peristiwa apa di dunia.
"Kami ingin berbuat sesuatu untuk bangsa ini. Bentuknya sengaja dibuat seperti itu, supaya lebih menarik dan bisa untuk belajar bersama. Bisa ditempel di dinding atau ditaruh di atas meja panjang di sekolah," katanya.
Kota Surakarta tercatat sebagai lokasi kedua pameran buku terpanjang itu. Ini tidak terlepas dari peran Yayasan Warna-Warni yang ketuai Krisnina Akbar Tanjung.
baca juga: Warga Sumsel Serentak Salat Istisqa
Krisnina mengatakan, apa yang dikerjakan Fortuga sejalan dengan visi Warna Warni. Yaitu, ingin mengajak generasi muda mencintai sejarah.
"Sejarah itu penting, seksi, dan data dari sebuah peristiwa yang seringkali berulang. Ini menarik untuk dipelajari," katanya. (OL-3)
CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition hadir 2-4 Juli 2026 di NICE Jakarta, dukung Making Indonesia 4.0 dan industri manufaktur presisi.
Kebutuhan akan solusi alat angkat yang aman, efisien, dan berstandar internasional terus meningkat seiring pertumbuhan sektor konstruksi, manufaktur, dan industri berat di berbagai negara.
Momentum pencairan tunjangan hari raya (THR) dimanfaatkan sebagai peluang menghadirkan pameran gadget gawai bagi masyarakat yang ingin memperbarui perangkat menjelang Lebaran.
Para pelaku industri meeting, incentive, convention, exhibition (MICE), terutama pameran wajib mengantisipasi dampak yang dihasilkannya terhadap lingkungan.
Kali ini, Wuling menampilkan jajaran lini produk dari berbagai segmen, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE) Electric Vehicle (EV) hingga Plug-in Hybrid (PHEV).
Pameran busana lokal, Jakcloth, kembali hadir menyapa masyarakat Jakarta di masa ramadan lewat gelaran Jakcloth Lebaran Fair 2026 berlokasi di Plaza Timur GBK Senayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved