Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Dua Pimpinan JAD Lamongan dan Madura Ditangkap Polisi

Rifaldi Putra Irianto
26/8/2019 15:34
Dua Pimpinan JAD Lamongan dan Madura Ditangkap Polisi
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.(MI/RAMDANI)

DENSUS 88 anti teror menangkap dua terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur. Kedua tersangka, yakni HR dan BL merupakan pimpinan atau amir JAD.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka HR, Kamis (22/8) lalu.

Baca juga: Polda Jabar Perintahkan Kibarkan Bendera Setengah Tiang

"HS ditangkap di Dusun Batu Lengger, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sukobanah, Sampang, Jawa Timur, pukul 15.06 WIB. yang bersangkutan merupakan amir JAD Madura dan koordinator bidang Hisbah, " kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/8).

Ia mengatakan, HS pada 2014 di Desa Sengkaling, Malang, Jawa Timur, pernah melakukan dauroh (pelatihan) bersama dengan Samsul Arifin alias Abu Umar, Sutrisno alias Pak Tris, Nurkholis alias Nur. Mereka memiliki mentor yaitu Abu Fida alias Abu Gar dari Ambon.

Samsul Arifin diringkus Densus 88 Antiteror pada 14 Mei 2018, Sutrisno serta Nurkholis pada 17 Mei 2018 dan Abu Fida pada 19 Februari 2016.

Kemudian, pada 2015, HS juga dauroh di Dau, Kabupaten Malang. HS juga dauroh di Lamongan bersama dengan Sutrisno, Widodo (ditangkap 14 Mei 2018) dan Zaenal Anshori (7 April 2016). Dedi menyatakan, HS juga ikut dalam pertemuan Amir JAD wilayah Jawa Timur pada 12 Mei 2018.

"HS juga diduga mengetahui rencana aksi teror JAD Probolinggo untuk menyerang polisi, " ucapnya.

Sementara itu, tersangka BL berhasil diamankan kepolisian di Jalan Raya Blimbing, depan apotek Kimia Farma, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sekitar pukul 18.20 WIB.

"Yang kedua, BL ditangkap Kamis (22/8) keterlibatan yang bersangkutan sebagai amir JAD lamongan, " sebutnya.

Pada tahun 2015, dia melakukan i'dad (persiapan diri dan senjata) di Gunung Panderman, Kota Batu, Malang, bersama Romly (ditangkap 19 Februari 2016) dan Abu Fida. BL juga ikut dalam pertemuan Amir JAD wilayah Jawa Timur.

"Tentunya yang jelas tersangka ini sangat terkait erat dengan pristiwa bom surabaya, minimal mereka mengetahui proses perencanaan terjadinya bom Surabaya, baik lokasi ibadah maupun siapa yang melakukan serangan, " jelasnya.

Baca juga: Aktivitas Gunung Karangetang Meningkat, 17 Keluarga Mengungsi

Kini, kedua tersangka tersebut masih dalam pemeriksaan oleh Densus 88 Antiteror.

"Kami terus kembangkan perkara kelompok tersebut, Densus lakukan langkah preventif dan memitigasi serangan teror," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya