Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KEBAKARAN hutan dan lahan di Kalimantan Selatan mulai merambah ke kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Kabupaten Banjar. Polda Kalsel akan menindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan. Koordinator Manggala Agni Kalsel, Zulkarnaen, Kamis (22/8), mengatakan beberapa titik api muncul di wilayah kawasan hutan Tahura Sultan Adam.
"Yang terbakar itu umumnya semak belukar tetapi berada di dalam wilayah Tahura Sultan Adam," ungkapnya.
Udara yang kering dan angin menyebabkan kebakaran sangat cepat menjalar. Satgas darat dan udara Karhutla dikerahkan untuk melakukan pemadaman bahkan hingga malam hari. Lokasi kebakaran sendiri terjadi di Desa Awang Bangkal Timur seluas 60 hektar dan Desa Kiram seluas kurang lebih 20 hektar.
"Hari ini (22/8) titik api dilaporkan muncul di wilayah Awang Bangkal Selatan," tuturnya.
Selain kawasan Tahura Sultan Adam, kebakaran juga melanda areal lahan gambut dan areal pertanian di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel hingga kini luas kawasan hutan dan lahan yang terbakar sudah lebih 1.500 hektar.
Aksi pemadaman oleh satgas darat dan udara (water bombing) serta hujan yang turun beberapa hari terakhir belum mampu mengatasi kian meluasnya karhutla di Kalsel. Di Kalsel karhutla melanda hampir semua kabupaten/kota kecuali Kota Banjarmasin.
baca juga: Dana Desa Untuk Ciptakan Sarjana
Pada bagian lain, Kepala Polda Kalsel, Irjen Yazid Fanani menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pelaku pembakar hutan dan lahan baik masyarakat maupun korporasi. Sebelumnya Polda Kalsel telah menerima laporan lima orang terduga pelaku pembakar lahan dan aparat berwajib juga berhasil menangkap tiga pelaku pembakar lahan lainnya
di wilayah Kabupaten Banjar. (OL-3)
SEBANYAK 76 titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau satelit berada di Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau sejak 24 hingga 31 Agustus 2025.
Sebagai negara dengan area hutan yang didominasi oleh lahan gambut, komitmen pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla dinilai masih harus terus ditingkatkan.
Berdasarkan informasi, bibit kelapa sawit yang ditanami telah mencapai seluas 1 hektare (ha) di lokasi karhutla yang menghanguskan sekitar 50 ha lahan gambut.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi selama 10 hari, sejak 10 hingga 19 Agustus 2025.
BNPB mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas tahun ini relatif kecil, hanya sekitar 3.000 hektare
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved