Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan di Kalimantan Selatan mulai merambah ke kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Kabupaten Banjar. Polda Kalsel akan menindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan. Koordinator Manggala Agni Kalsel, Zulkarnaen, Kamis (22/8), mengatakan beberapa titik api muncul di wilayah kawasan hutan Tahura Sultan Adam.
"Yang terbakar itu umumnya semak belukar tetapi berada di dalam wilayah Tahura Sultan Adam," ungkapnya.
Udara yang kering dan angin menyebabkan kebakaran sangat cepat menjalar. Satgas darat dan udara Karhutla dikerahkan untuk melakukan pemadaman bahkan hingga malam hari. Lokasi kebakaran sendiri terjadi di Desa Awang Bangkal Timur seluas 60 hektar dan Desa Kiram seluas kurang lebih 20 hektar.
"Hari ini (22/8) titik api dilaporkan muncul di wilayah Awang Bangkal Selatan," tuturnya.
Selain kawasan Tahura Sultan Adam, kebakaran juga melanda areal lahan gambut dan areal pertanian di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel hingga kini luas kawasan hutan dan lahan yang terbakar sudah lebih 1.500 hektar.
Aksi pemadaman oleh satgas darat dan udara (water bombing) serta hujan yang turun beberapa hari terakhir belum mampu mengatasi kian meluasnya karhutla di Kalsel. Di Kalsel karhutla melanda hampir semua kabupaten/kota kecuali Kota Banjarmasin.
baca juga: Dana Desa Untuk Ciptakan Sarjana
Pada bagian lain, Kepala Polda Kalsel, Irjen Yazid Fanani menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pelaku pembakar hutan dan lahan baik masyarakat maupun korporasi. Sebelumnya Polda Kalsel telah menerima laporan lima orang terduga pelaku pembakar lahan dan aparat berwajib juga berhasil menangkap tiga pelaku pembakar lahan lainnya
di wilayah Kabupaten Banjar. (OL-3)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Karhutla terjadi akibat adanya oknum masyarakat yang sembarang melempar puntung rokok ke lahan kering yang mudah terbakar ataupun yang membuka lahan dengan cara membakar.
Keunggulan dari penggunaan sensor VIIRS dan MODIS adalah kemampuannya dalam memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved