Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengintensifkan penegakan hukum terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penegakan aturan melalui administrasi hingga ancaman pidana dan perdata terhadap pelaku karhutla disiapkan.
Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan pihaknya dalam beberapa pekan terakhir menyegel 16 area perkebunan konsesi yang terbakar. Penyegelan lahan itu dilakukan di area perkebunan dan hutan tanaman industri.
"Dengan melihat kondisi karhutla yang ada saat ini, kami mengambil sikap untuk menegakkan hukum lebih tegas lagi. Kami akan gunakan semua instrumen hukum yang ada, baik pidana maupun perdata. Penyegelan dilakukan untuk menimbulkan efek jera," kata Rasio di Jakarta, kemarin.
Ke-16 area konsesi terbakar yang disegel tersebut tersebar di sejumlah provinsi, antara lain di Riau (2 perusahaan), Jambi (1 perusahaan), dan Kalimantan Tengah (3 perusahaan).
Penyegelan terbanyak dilakukan di Kalimantan Barat, yakni 10 area konsesi, yaitu milik PT MHS, PT UKI, PT DAS, PT JKN, PT SUN, PT PLB, PT SP, PT MSL, PT TAS, dan PT SPAS. Konsesi perusahaan-perusahaan yang terbakar antara lain berada di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Ketapang.
Rasio menambahkan tim di lapangan telah memasang papan segel di lahan konsesi perusahaan yang terbakar sehingga perusahaan tidak bisa lagi memanfaatkan lahan untuk aktivitas usaha.
Sejauh ini pihaknya telah memanggil tujuh pemimpin perusahaan yang lahannya disegel untuk dimintai keterangan terkait adanya karhutla di area mereka. Tim di lapangan juga terus memantau indikasi titik api di areal perizinan perkebunan kelapa sawit, IUPHHK-HTI, dan IUPHHK-HA.
Evaluasi
Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono menyatakan upaya pengendalian karhutla yang dijalankan selama empat tahun terakhir akan dievaluasi.
Rencana evaluasi itu diambil setelah Menteri LHK Siti Nurbaya meninjau karhutla di Riau baru-baru ini. Dikatakan, upaya pengendalian ke depan akan lebih difokuskan pada pencegahan, khususnya pembukaan lahan tanpa bakar dan kepatuhan pada konsesi untuk pemulihan dan manajemen air gambut. Penegakan aturan juga akan tetap dikedepankan.
"Setelah kejadian karhutla 2015, memang terlihat keberhasilan pengendalian karena semakin menurun setiap tahun. Namun, tahun ini jumlah titik panas ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu," kata Bambang di Jakarta, kemarin.
Data KLHK menunjukkan, sepanjang 2019 terjadi peningkatan intensitas karhutla di beberapa provinsi rawan, seperti Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Jumlah titik panas menunjukkan peningkatan 54% sepanjang semester I 2019 jika dibandingkan dengan di 2018. (X-6)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved