Rabu 14 Agustus 2019, 11:44 WIB

BNPB Ajak Pramuka Peduli Bencana

Siswantini Suryandari | Nusantara
BNPB Ajak Pramuka Peduli Bencana

Istimewa
Kepala BNPB Doni Monardo usai memperingati Hari Pramuka di Serang, Banten, Kamis (14/8)

 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pejabat tinggi BNPB lainnya memperingati Hari Pramuka ke-58 di Kabupaten Serang, Banten, Rabu (14/8). Dalam upacara itu juga dihadiri ribuan Pramuka dari berbagai daerah bersama relawan penanggulangan bencana.

Kepala BNPB Doni Monardo dalam sambutannya mengatakan peristiwa alam merupakan kejadian alam yang terjadi berulang pada periode yang akan datang.

"Kenali ancamannya, siapkan strateginya dan tangguh menyelamatkan diri dari bencana. Solusi dari bencana tsunami adalah dengan melakukan pencegahan. Salah satunya membuat benteng alam dengan menanam pohon, vegetasi vegetatif yang dapat dilakukan semua orang," kata Doni Monardo dalam keterangan resmi diterima Media Indonesia, Rabu (14/8).

Doni menambahkan perlu ditingkatkan kapasitas apabila ingin menyelamatkan jiwa manusia lebih banyak.Salah satunya membuat kontijensi plan, memastikan koordinasi, dan alur informasi yang sampai langsung kepada masyarakat serta simulasi.

"Suka atau tidak suka kita tinggal di daerah bencana. Seperti kejadian tsunami di Selat Sunda, peristiwa yang belum lama terjadi. Karena belum ada alat yang dapat memastikan kapan terjadinya gempa," kata Doni.

Ia mengajak semua warga meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Indonesia memiliki 190 ribu km pesisir pantai. Dengan adanya keterbatasan personel dan anggaran, BNPB tidak dapat melakukannya sendiri.

"Karena urusan bencana menjadi urusan bersama, semua komponen harus berperan, seperti pentahelix. Masyarakat harus mulai sadar, memahami, dan memiliki daya yang lebih kuat agar tangguh menghadapi bencana" ucap Doni.

"Ke depannya akan kita lanjutkan. Latihan juga tidak hanya siang hari, tetapi juga bisa simulasi di malam hari," tambahnya.

Pada pidato penutup, Kepala BNPB menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas peran relawan yang telah berpartisipasi dalam penanggulangan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan. Ditambah semakin banyak desa tangguh bencana yang mulai dibangun di daerah-daerah sebagai wujud kesadaran masyarakat terhadap bencana.

baca juga: Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas

Pada kesempatan sama Kepala BMKG, Dwikorita mengingatkan bagaimana cara menyelamatkan diri dari bencana gempa bumi.

"Kalau ada gempa lebih dari 10 detik langsung lari ke tempat lebih tinggi. Tidak perlu menunggu adanya bunyi sirine, karena tergantung pemerintah daerah yang membunyikan. Peringatan dini tsunami ini sudah dirancang 11 tahun lalu," kata Dwikorita.

Sejak terjadi gempa dan tsunami di Selat Sunda, Pemerintah Provinsi Banten telah meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan melibatkan masyarakat. Termasuk berkolaborasi dengan alat sistem peringatan dini dan pelatihan simulasi bencana. (OL-3)

 

 

Baca Juga

Dok MI

Dua Paslon Bupati Kotim Optimistis Menang di MK

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 06:51 WIB
Dua paslon Bupati/Wabup Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah yang menggugat hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi berharap...
MI/Djoko Sardjono

Polres Klaten Tangkap Tiga Tersangka Kasus Narkoba

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 28 Januari 2021, 06:47 WIB
Para tersangka terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling sama 20...
Dok MI

Paslon Nomor 1 Minta MK Kabulkan PSU di 240 TPS Pilkada Wakatobi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 06:05 WIB
Paslon Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Kendari nomor urut 1 Arhawi-Hardin La Omo menggugat di Mahkamah Konstitusi (MK) agar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya