Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyakit jamur pada tanaman masih merupakan ancaman utama pertanian di Indonesia. Akibat serangan jamur pada tanaman menimbulkan dampak kerugian yang nilainya bisa mencapai triliunan rupiah bagi para petani dan bisa dapat menurunkan tingkat produktivitas pertanian nasional sebesar 70%.
Penyakit jamur yang menyerang tanaman sayuran dan pangan salah satunya dapat dipicu cuaca ekstrem. Akibat penyakit tersebut, banyak petani di berbagai daerah di Indonesia mengeluhkan. Penyakit tanaman tersebut tidak hanya menurunkan hasil panen tetapi membuat gagal panen.
Winarno Tohir, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional mengatakan, “Sejumlah petani mengeluhkan perubahan cuaca ekstrem akhir-akhir ini yang memberi dampak kerusakan pada tanaman sayuran dan pangan mereka akibat timbulnya penyakit jamur tanaman.”
“Penyakit jamur pada tanaman bukan saja menurunkan kualitas komoditas yang dihasilkan, tetapi bahkan bisa berdampak gagal panen,” kata Winarno saat acara penyuluhan dan pendampingan penggunaan fungisida di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/8).
“Karenanya, kami menyambut positif langkah sosialisasi dan pendampingan dengan harapan para petani semakin memahami cara mengatasi penyakit jamur tanaman secara tepat sehingga produktivitas lahan dan pendapatan ekonomi mereka semakin meningkat,” ujar Winarno.
Terkait kegiatan penyuluhan mengatasi penyakit jamur pada tanaman, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Edy Purnawan mengatakan, pemerintah menyambut baik inisiatif sektor swasta untuk memberikan pendampingan kepada para petani guna mengatasi berbagai masalah hama dan penyakit tanaman yang mengganggu produktivitas dan kesejahteraan mereka.
Edy menegaskan sebagian besar petani cenderung menggunakan pestisida secara berlebihan untuk mengatasi penyakit pada tanaman. Namun dengan penyuluhan dan pendampingan yang digagas Bayer, para petani mendapatkan penjelasan secara ilmiah.
“Para petani memahami dosis serta cara penggunaan fungisida yang tepat dan aman, baik untuk lingkungan hidup dan utamanya keselamatan aplikatornya, yaitu petani itu sendiri,” ujar Edy.
Di sisi lain, Direktur PT Bayer Indonesia Mohan Babu menyampaikan, “Penyakit jamur pada tanaman merupakan ancaman utama pertanian Indonesia yang bisa berdampak kerugian pada petani serta penurunan produktivitas pertanian nasional sebesar 70%.’
Menurut Mohan, kegiatan penyuluhan kepada para petani tersebut bertujuan memberikan pendampingan kepada para petani dalam mengaplikasikan fungisida Antracol secara tepat.
“Bayer memberikan pelatihan pengetahuan produk dan penggunaan fungisida secara aman, meliputi penanganan produk saat menakar, mencampur, menyemprot dan penerapan alat pelindung diri (APD). Dengan demikian, para petani bisa meraih keberhasilan dan efektivitas produk secara menyeluruh tanpa mengkhawatirkan segi keselamatan,” jelasnya.
Dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan tersebut, dilakukan penyemprotan fungsida massal pada tanaman padi, sayuran, jagung, dan tembakau yang melibatkan 5.000 petani di seluruh Indonesia dan di 100 titik secara serentak dari Aceh hingga Sulawesi utara. Tidaklah mengherankan, kegiatan ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyemprotan terbesar. (OL-09)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved