Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEGIAT lingkungan meminta pemerintah untuk mengubah status impor waste paper (sampah kertas) menjadi red line. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengawasan penyelundupan sampah dalam impor waste paper.
"Kita tidak melarang adanya impor. Tetapi kenyataanya, impor waste paper ini dimanfaatkan sejumlah oknum untuk menyelundupkan sampah. Dari sampah plastik hingga sampah B3," kata Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi kepada Media Indonesia di Karawang, Rabu (24/7).
Ia meminta untuk peningkatan pengawasan impor waste paper, dilakukan dengan mengubah status impor waste paper menjadi red line dari sebelumnya green line.
"Sehingga ada pengawasan yang ekstra dari bea cukai ketika statusnya dirubah ke dalam red line," katanya.
Penyelundupan impor sampah melalu impor waste paper telah terbukti di sejumlah pelabuhan seperti di Tanjung Perak, Batam dan Tanjung Priuk. Bahkan dari dugaan Ecoton 40% sampah yang diselundupkan. Bea Cukai justru menemukan 60% sampah diselundupkan melalui impor waste paper.
Lanjut Prigi, waste paper digunakan untuk bahan baku pembuatan kertas oleh sejumlah pabrik kertas. Dari pemantauanya di pabrik kertas itu, ia melihat banyak sampah-sampah bukan kertas seperti plastik dan B3 kemudian dikeluarkan oleh pabrik-pabrik untuk dikelola oleh masyarakat.
"Sampah campur ini memang sampah murah. Dibandingkan dengan sampah yang telah dipilah, karena biaya pemilahan di luar negeri sangatlah mahal," ucapnya.
Waste paper digunakan oleh 55 perusahaan kertas di Indonesia. Peningkatan impor sampah terjadi ketika 2017, Tiongkok melakukan penghentian impor sampah.
baca juga: TNI Perketat Pengamanan Pascabaku Tembak di Papua
Prigi menyebutkan saat itu, Tiongkok sadar akan kesehatan masyarakatnya. Impor sampah justru membuat kerugian besar karena adanya peningkatan penyakit kanker dan cacat bayi. Akibat, banyak negara-negara di Eropa, Amerika dan Australia kebingungan untuk membuang sampah mereka.
"Saat itu sampah impor menjadi primadona untuk negara Tiongkok. Bahkan ada satu kecamatan di sana yang setiap rumahnya memiliki alat untuk mengelola sampah. Dari sampah itu kemudian dikelolanya menjadi sepatu, mainan dan berbagai barang lainnya yang ada di pasar kita dengan harga murah," katanya. (OL-3)
Sebanyak 19 fasilitas pengolahan sampah tetap dioperasikan hingga menjelang hari H Lebaran.
Melampaui sidak terminal, inilah 5 kebijakan radikal Menteri LH Hanif Faisol untuk tuntaskan krisis sampah nasional melalui sistem MRF dan Gakkum.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran untuk mengurangi timbulan sampah selama perjalanan.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan total sampah yang dihasilkan selama periode mudik bisa mencapai sekitar 71.960 ton.
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved