Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

TNI Distribusikan 35 Ribu Liter Air Bersih di Tegal

Basuki Eka Purnama
23/7/2019 09:45
TNI Distribusikan 35 Ribu Liter Air Bersih di Tegal
Dansatgas TMMD/Dandim Letkol Infanteri Richard Arnold Yeheskiel Sangari (memegang selang air) mendistribusikan air kepada warga.(Dok Pendam)

SATUAN anggota TNI dari Kodim 0712 Tegal kembali mendistribusikan air bersih kepada warga masyarakat di lokasi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 105 Kodim 0712 Tegal, Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Hal itu dilakukan guna mengatasi kekeringan di wilayah tersebut.

Dandim Letkol Infanteri Richard Arnold Yeheskiel Sangari didampingi Camat Suradadi Tri Guntoro, Danramil Kapten Infanteri Jamaludin Abbas, dan Kades Ahmad Zaeni, secara simbolis membagikan air kepada puluhan penduduk Dukuh Sigerung, Jatimulya, tepatnya di samping timur Musala Al Istiqomah.

Richard Arnold menerangkan bantuan sebanyak 35 ribu liter air bersih merupakan salah satu kegiatan sosial nonfisik TMMD Reguler.

“Kodim didukung PT Tirta Jaya asal Tegal merasa terpanggil memberikan bantuan air bersih sebanyak 5 truk tangki, yang masing-masing memuat 7 ribu liter. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat yang sangat membutuhkan air bersih,” kata Dansatgas TMMD itu di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (22/7).

Apa yang dilakukan Kodim sontak mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Dengan berbondong-bondong, mereka membawa ember, galon air mineral, dan ember bekas cat untuk mendapatkan air bersih.

Baca juga: Prajurit TNI Harus Terbuka Terhadap Perubahan

Sebelumnya, bantuan serupa juga telah diberikan PMI Kabupaten sebanyak 10 ribu liter kepada 185 Kepala Keluarga (KK), ditambah bagi rumah-rumah penduduk yang ditumpangi anggota Satgas TMMD.

Bantuan air dari PMI tersebut, akan terus dilakukan hingga September 2019 kepada desa-desa lainnya yang juga terdampak kekeringan serupa di wilayah Kecamatan Suradadi. Masing-masing desa secara terjadwal/periodik akan mendapatkan 5-10 ribu liter.

Pembangunan nonfisik masyarakat melalui TMMD Reguler 105 Kodim 0712 Tegal, di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, juga mendapatkan dukungan dari pakar peneliti geologi dari Semarang, Jawa Tengah.

Dwiyanto, 68, mantan dosen geologi dan teknik sipil UNDIP Semarang, terjun langsung bersama tim untuk mencari titik terbesar sumber mata air dalam tanah, sehingga ke depan dilakukan pengeboran guna memperoleh air bersih.

“Kami menggunakan geolistrik dalam menentukan sumber air tanah. Tujuannya adalah untuk menemukan debit air bawah tanah yang cukup besar, sehingga nantinya dapat dilakukan pengeboran oleh dinas terkait," ucapnya.

Sebelumnya, dijelaskan Richard Arnold, TMMD merupakan program lanjutan yang dulu namanya adalah AMD atau ABRI Masuk Desa.

Keterlibatan TNI dalam pembangunan melalui TMMD, juga untuk membantu pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan. Sehingga tidak terjadi margin yang besar antara daerah perkotaan dengan pelosok pedesaan.

TMMD juga merupakan semangat membangun akses masyarakat, kearifan lokal dan menghidupkan kembali gotong-royong masyarakat.

“Kegiatan TMMD Reguler ini selain membangun sasaran fisik, juga non fisik. Semua sasaran bertujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat melalui dukungan anggaran dari Pemprov Jateng, Pemda dan dari TNI itu sendiri,” ucapnya.

“Saya harapkan melalui kegiatan ini, pembangunan dapat diperkenalkan ke umum melalui media, bahwa TNI bersama lintas sektoral dan seluruh komponen masyarakat membangun dan memelihara kekuatan bangsa, yaitu rakyat, demi keutuhan NKRI,” pungkasnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya